kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Jokowi: Kesiapan Bulog serap gabah petani kurang


Jumat, 11 Maret 2016 / 15:32 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo mengakui bahwa kesiapan Bulog dalam menyerap gabah petani, khususnya saat panen raya tiba sampai saat ini masih kurang. Pernyataan ini disampaikannya saat melakukan inspeksi mendadak ke gudang Bulog Triyagan, Karanganyar Jawa Tengah.

Jokowi mengatakan, kesimpulan tersebut diambil berdasarkan beberapa fakta. Pertama, kemampuan mesin pengering gabah.

Dalam inspeksi yang dia lakukan di gudang tersebut, dia menemukan bahwa kapasitas mesin pengering dalam sehari sebenarnya bisa mengeringkan gabah hingga 80 ton. Tapi, dari temuannnya, ternyata dalam seminggu gudang tersebut hanya mampu mengeringkan gabah 20 ton saja.

"Mustinya lebih. Ini ada masalah di lapangan, apakah pembeliannya kurang cepat atau ada masalah lain, ini yang baru dipelajari," katannya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Ari Dwipayana, Tim Komunikasi Presiden Jumat (11/3).

Jokowi mengatakan, selain masalah kesiapan, dirinya juga menemukan masalah uanh membuat kerja Bulog kurang optimal. Permasalahan tersebut menyangkut kondisi mesin giling padi Bulog yang rusak.

"Di sini sudah sembilan tahun tidak jalan, dam kondisi gudang Bulog kebanyakan sama seperti itu, karena saya sudah cek beberapa," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×