kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Jokowi: Kesehatan merupakan fokus utama, setelah itu restart ekonomi


Senin, 07 September 2020 / 14:50 WIB


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan untuk fokus pada penanganan kesehatan virus corona (Covid-19).

Jokowi menegaskan agar seluruh jajarannya fokus pada penanganan kesehatan. Krisis ekonomi yang terjadi akibat pandemi Covid-19 dinilai akan membaik bila masalah kesehatan bisa diatasi.

"Masalah kesehatan ini harus betul-betul tertangani dengan baik. Karena memang kita ingin secepat-cepatnya restart di bidang ekonomi," ujar Jokowi saat memberi pengantar dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (7/9).

Penentuan waktu untuk kembali menggenjot ekonomi dinilai penting. Jangan sampai kegiatan ekonomi kembali berlangsung di tengah pandemi Covid-19 yang belum teratasi.

"Jangan sampai kita urusan kesehatan, urusan covid ini belum tertangani dengan baik kita sudah menstarter restart di bidang ekonomi. Ini juga sangat berbahaya," terang Jokowi.

Baca Juga: Jelang Pilkada, klaster Covid-19 jadi perhatian

Namun, saat ini sejumlah kegiatan ekonomi di Indonesia perlahan mulai kembali. Meski pun kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah bahkan menciptakan klaster penularan di industri dan perkantoran.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 pada hari Minggu (7/9) jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 194.109 kasus. Dari kasus tersebut sebanyak 138.575 kasus sembuh dan 8.025 kasus meninggal dunia.

Selanjutnya: Presiden Jokowi minta Kemenkes buat desain tes Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×