kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi: Jangan ada ideologi selain Pancasila


Minggu, 01 Oktober 2017 / 12:42 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Presiden Joko Widodo menyatakan, pemerintahannya tidak peristiwa pemberontakan PKI yang terjadi di Indonesia 1965 lalu terulang. Oleh karena itulah, dia menyatakan, pemerintahannya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi ideologi selain pancasila, termasuk komunis berkembang di Indonesia.

Untuk penyebaran ajaran komunis, Jokowi bilang, pemerintahannya akan tetap memegang teguh TAP MPRS No. 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI supaya penyebaran ajaran tersebut bisa dicegah. "Komitmen saya, komitmen pemerintah jelas," katanya dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Minggu (1/10).

Presiden Joko Widodo hari ini memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Selain akan menutup ruang bagi ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, Jokowi juga menghimbau masyarakat untuk memegang teguh persatuan dan kesatuan.

Jokowi Juga mengajak masyarakat bersinergi dalam membangun bangsa. "Buat hidup kita tenang,tentram dan bersatu padu dalam menghadapi persaingan dan kompetisi global," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×