kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.800   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.102   70,58   0,88%
  • KOMPAS100 1.143   11,20   0,99%
  • LQ45 827   6,00   0,73%
  • ISSI 287   3,49   1,23%
  • IDX30 431   4,02   0,94%
  • IDXHIDIV20 516   3,30   0,64%
  • IDX80 128   1,12   0,88%
  • IDXV30 140   0,97   0,70%
  • IDXQ30 140   0,90   0,65%

Jokowi gelar rapat kabinet paripurna bahas ekonomi 2019


Senin, 05 Maret 2018 / 15:49 WIB
Jokowi gelar rapat kabinet paripurna bahas ekonomi 2019
ILUSTRASI. Rapat kabinet - ilustrasi reshuffle kabinet kerja


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat kabinet paripurna dengan menteri-menterinya di istana negara tentang lanjutan pembahasan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan Fiskal di 2019.

Dalam pembukaannya, Presiden mengingatkan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2018 dan RAPBN 2019 perlu diwaspadai khususnya, soal dinamika ekonomi dunia yang sangat dinamis. Khususnya terkait kenaikan suku bunga, harga komoditas, arus modal yang masuk dan keluar serta nilai tukar.

"Hal itu semuanya mempengaruhi ekonomi kita dan daya saing kita. Oleh karena itu, harus betul-betul diantisipasi," ungkap Jokowi, Senin (5/3).

Selain itu, Jokowi kembali menekankan soal tujuan ekspor agar memperkuat daya saing. "Kita harus mencari pasar alternatif dan non tradisional, sehingga pasar ekspor kita meluas, ini juga sudah saya sampaikan kepada dubes-dubes," tambah Jokowi.

Presiden juga menyampaikan APBN Indonesia memang memiliki keterbatasan sehingga harus ada inovasi dan sinergi. Dengan demikian, harus menurutnya perlu melibatkan BUMN dan swasta, yang sebanyaknya, terutama swasta guna tidak banyak ketergantungan APBN melalui peningkatan investasi dan ekspor.

Kemudian dari sisi keamanan, Presiden juga meminta kepada Kapolri dan Panglima TNI, dan Kepala BIN agar hal yang mengarah kepada sisi keamanan bisa ditangani secepatnya.

Sehingga tahun ini dan tahun depan yang merupakan tahun politik bisa betul-betul kita dikendalikan. Adapun hingga saat ini, sidang kabinet tersebut masih berlangsung tertutup di Istana Negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×