kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Jokowi: Deflasi, moneter bisa lebih longgar


Senin, 02 Maret 2015 / 21:46 WIB
ILUSTRASI. Hasil Klasemen Sementara MPL ID S12 Babak Reguler Minggu Ke-7, Kamis-Minggu, 14-17 September 2023


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo menyambut baik data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukan deflasi pada bulan Februari sebesar 0,36%. Artinya, sudah dua bulan berturut-turut mengalami deflasi, setelah pada bulan Januari juga deflasi sebesar 0,02%.

Jokowi mengatakan, data ini menunjukan kondisi perekonomian Indonesia yang terus membaik. Bahkan, jika dalam beberapa bulan ke depan kembali terjadi deflasi, bukan tidak mungkin kebijakan moneter akan lebih longgar lagi.

Bulan Februari lalu, Bank Indonesia (BI) sudah melonggarkan ikat pinggang moneternya dengan menurunkan suku bunga acuan, alias BI rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 7,5%. "Saya kira apa yang dilakukan BI sudah melonggarkan," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/3).

Namun, apakah BI rate harus turun, Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas. Yang jelas, jika terus mengalami deflasi bisa saja menjadi sinyal BI rate untuk turun. "Tapi tetap ini wilayahnya BI," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×