kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.978   34,00   0,19%
  • IDX 5.835   -163,92   -2,73%
  • KOMPAS100 756   -21,92   -2,82%
  • LQ45 576   -12,19   -2,07%
  • ISSI 201   -6,99   -3,36%
  • IDX30 327   -6,49   -1,95%
  • IDXHIDIV20 401   -7,57   -1,85%
  • IDX80 86   -2,32   -2,64%
  • IDXV30 109   -2,37   -2,14%
  • IDXQ30 105   -1,93   -1,81%

Jokowi: Deflasi harus dijaga


Rabu, 04 Maret 2015 / 10:45 WIB
ILUSTRASI. 72% responden di Indonesia mengetakan perusahaan mereka telah memperkenalkan cara bekerja dengan AI


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini membuka sidang kabinet paripurna. Dalam pembukaannya, Jokowi menyinggung soal deflasi yang terjadi pada bulan Januari dan Februari.

Bahkan, pada bulan Februari deflasi yang trejadi meningkat menjadi 0,36%. Menurut Jokowi, deflasi yang terjadi harus dijaga supaya memberikan dampak yang baik pada pertumbuhan ekonomi.

Sebab, jika deflasi terus terjadi masyarakat akan memiliki daya beli yang lebih baik. Sehingga konsumsi masyarakat bisa meningkat. "Saya minta terutama yang berkaitan dengan sembako pantau dari hari ke hari," ujar Jokowi, Rabu (4/3) di Istana Negara, Jakarta.

Sebelumnya, pemerintah sudah menggelar operasi pasar, supaya menurunkan harga beras yang sempat melonjak. Bahkan, kemarin Jokowi sempat mengumpulkan sejumlah pengusaha beras, baik dari asosiasi maupun pedagang beras di pasar indusk cipinang.

Sidang kabinet ini dihadiri oleh seluruh jajaran kabinet kerja Jokowi-Jusuf Kalla. Termasuk menteri-menteri yang berada di bawah menteri koordinasi bidang perekonomian. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×