kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Jokowi: Deflasi harus dijaga


Rabu, 04 Maret 2015 / 10:45 WIB
ILUSTRASI. 72% responden di Indonesia mengetakan perusahaan mereka telah memperkenalkan cara bekerja dengan AI


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini membuka sidang kabinet paripurna. Dalam pembukaannya, Jokowi menyinggung soal deflasi yang terjadi pada bulan Januari dan Februari.

Bahkan, pada bulan Februari deflasi yang trejadi meningkat menjadi 0,36%. Menurut Jokowi, deflasi yang terjadi harus dijaga supaya memberikan dampak yang baik pada pertumbuhan ekonomi.

Sebab, jika deflasi terus terjadi masyarakat akan memiliki daya beli yang lebih baik. Sehingga konsumsi masyarakat bisa meningkat. "Saya minta terutama yang berkaitan dengan sembako pantau dari hari ke hari," ujar Jokowi, Rabu (4/3) di Istana Negara, Jakarta.

Sebelumnya, pemerintah sudah menggelar operasi pasar, supaya menurunkan harga beras yang sempat melonjak. Bahkan, kemarin Jokowi sempat mengumpulkan sejumlah pengusaha beras, baik dari asosiasi maupun pedagang beras di pasar indusk cipinang.

Sidang kabinet ini dihadiri oleh seluruh jajaran kabinet kerja Jokowi-Jusuf Kalla. Termasuk menteri-menteri yang berada di bawah menteri koordinasi bidang perekonomian. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×