kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Jokowi dan perubahan paradigma


Selasa, 16 Agustus 2016 / 13:15 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden Joko Widodo mengklaim pemerintahannya telah mengubah paradigma pembangunan. Perubahan paradigma tersebut salah satunya dilakukan terhadap pola belanja.

Selama ini, pola belanja yang terbentuk lebih cenderung bersifat konsumtif. Dan sekarang hal itu sudah berubah menjadi belanja produktif.

"Dari sisi arah, perubahan juga dilakukan. Pembangunan yang selama ini berpusat di Jawa diubah menjadi Indonesia sentris," katanya dalam Pidato Kenegaraan menjelang Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke- 71 Selasa (16/8).

Selain perubahan paradigma tersebut, Jokowi juga mengatakan, pemerintahannya juga bertekad merubah pola kerja birokrasi. Birokrasi yang selama ini pola kerjanya manual, akan diperbaiki.

Perbaikan tersebut dilakukan seiring perkembangan teknologi yang saat ini semakin cepat. "Kami juga percepat pembangunan infrastruktur di seluruh tanah air, khususnya di seluruh plosok tanah air, di desa, daerah pinggiran," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×