kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.887.000   7.000   0,24%
  • USD/IDR 16.850   -59,00   -0,35%
  • IDX 8.951   -41,17   -0,46%
  • KOMPAS100 1.235   -4,75   -0,38%
  • LQ45 874   -1,52   -0,17%
  • ISSI 329   -0,59   -0,18%
  • IDX30 449   0,67   0,15%
  • IDXHIDIV20 532   3,66   0,69%
  • IDX80 137   -0,49   -0,35%
  • IDXV30 148   1,36   0,93%
  • IDXQ30 144   0,72   0,50%

Jokowi: Bila Perang dan Krisis Pupuk Berkepanjangan, 2023 Jadi Tahun yang Suram


Selasa, 15 November 2022 / 11:12 WIB
Jokowi: Bila Perang dan Krisis Pupuk Berkepanjangan, 2023 Jadi Tahun yang Suram
Presiden Jokowi saat membuka KTT G20 di Bali, 15 November 2022.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NUSA DUA. Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo resmi membuka konferensi tingkat tinggi (KTT) kelompok 20 negara ekonomi terbesar dunia (G20) pada hari ini, Selasa (15/11). 

Jokowi mengungkapkan, KTT G20 saat ini diselenggarakan di tengah ketidakpastian dunia akibat perang. 

“Perang yang terjadi memberi dampak krisis terhadap ketahanan pangan, energi, dan keuangan. Ini sangat dirasakan dunia, terutama negara berkembang,” terang Jokowi. 

Baca Juga: Buka KTT G20, Presiden Jokowi Berharap Forum G20 Bisa Jadi Katalis Pemulihan Ekonomi

Perang menimbulkan disrupsi rantai pasok, salah satunya pupuk. Jokowi minta jangan menyepelekan pasokan pupuk. Bila ketersediaan pupuk terganggu, maka tahun 2023 akan menjadi tahun yang suram. 

“Akan makin memburuk karena tidak ada pasokan pangan. 42 negara berkembang dengan tingkat kerawanan pupuk tertinggi akan menghadapi masalah serius,” tambahnya. 

Jokowi berharap, KTT G20 harus berhasil dan tidak boleh gagal. Pasalnya, ini untuk menjembatani perbedaan yang dalam dan lebar. Keberhasilan G20, tentu memberi manfaat besar bagi dunia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×