kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Jokowi: Bila Perang dan Krisis Pupuk Berkepanjangan, 2023 Jadi Tahun yang Suram


Selasa, 15 November 2022 / 11:12 WIB
Jokowi: Bila Perang dan Krisis Pupuk Berkepanjangan, 2023 Jadi Tahun yang Suram
Presiden Jokowi saat membuka KTT G20 di Bali, 15 November 2022.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NUSA DUA. Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo resmi membuka konferensi tingkat tinggi (KTT) kelompok 20 negara ekonomi terbesar dunia (G20) pada hari ini, Selasa (15/11). 

Jokowi mengungkapkan, KTT G20 saat ini diselenggarakan di tengah ketidakpastian dunia akibat perang. 

“Perang yang terjadi memberi dampak krisis terhadap ketahanan pangan, energi, dan keuangan. Ini sangat dirasakan dunia, terutama negara berkembang,” terang Jokowi. 

Baca Juga: Buka KTT G20, Presiden Jokowi Berharap Forum G20 Bisa Jadi Katalis Pemulihan Ekonomi

Perang menimbulkan disrupsi rantai pasok, salah satunya pupuk. Jokowi minta jangan menyepelekan pasokan pupuk. Bila ketersediaan pupuk terganggu, maka tahun 2023 akan menjadi tahun yang suram. 

“Akan makin memburuk karena tidak ada pasokan pangan. 42 negara berkembang dengan tingkat kerawanan pupuk tertinggi akan menghadapi masalah serius,” tambahnya. 

Jokowi berharap, KTT G20 harus berhasil dan tidak boleh gagal. Pasalnya, ini untuk menjembatani perbedaan yang dalam dan lebar. Keberhasilan G20, tentu memberi manfaat besar bagi dunia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×