kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Jokowi bantah melunak terhadap Australia


Jumat, 27 Februari 2015 / 14:21 WIB
ILUSTRASI. 8 Manfaat Cuddling Setelah Berhubungan Seks.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membenarkan telah berbicara dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbot. Pembicaraan dilakukan pada 25 Februari 2015 lalu.

Yang menarik, ternyata Jokowi membantah pernyataan Abbot yang mengklaim telah melobi pemerintah Indonesia. Bahkan, media setempat menyebutkan sikap Jokowi akan melunak dan mempertimbangkan atas putusan hukuman mati yang dijatuhkan kepada dua warga negara Australia.

Bahkan, dalam wawancara khususnya kepada KONTAN, Jokowi secara tegas akan mengeksekusi dua terpidana mati tersebut. "Sikap kita jelas, aturan hukum kita tidak bisa diintervensi," ujar Jokowi, Jumat (28/2) di Istana Merdeka, kepada KONTAN.

Adapun seperti diketahui, dua warga Australia atas nama Andrew Chan dan Myuran Sukumaran divonis bersalah, menyelundupkan 8,3 kilogram narkotika, pada tahun 2005 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menjelaskan secara umum posisi pemerintah, serta kebijakan-kebijakan ekonomi dan politik. Selengkapnya, isi petikan wawancara ini akan dimuat dalam harian KONTAN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×