kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jokowi: ASN Sudah Lama Ada di Zona Nyaman, Harus Diubah Total


Jumat, 28 Januari 2022 / 17:12 WIB
Jokowi: ASN Sudah Lama Ada di Zona Nyaman, Harus Diubah Total
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, selama ini aparatur sipil negara (ASN) sudah sangat lama berada di zona nyaman.


Sumber: Kompas.com | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan aparatur sipil negara (ASN) yang moderen dan profesional. Ia menyebut, selama ini ASN sudah sangat lama berada di zona nyaman. 

Jokowi mengatakan, hal itu sebagai warisan birokrasi feodal dan harus diubah secara total. 

"Hal ini terlihat klise, tapi sangat penting dan mendasar karena sudah sangat lama ASN berada pada zona nyaman, terbelenggu oleh warisan budaya birokrasi feodal sehingga menjadikan ASN kurang produktif," ujar Jokowi dalam sambutannya pada Munas ke-9 Korpri sebagaimana dilansir dari tayangan video di laman resmi Istana Presiden, Jumat (28/1). 

Menurut Jokowi, budaya ini harus berubah total. ASN Indonesia harus keluar dari zona nyaman menjadi modern dan profesional.

Baca Juga: Di Pertemuan B20, Mantan PM Inggris Puji Indonesia & Jokowi

Jokowi menambahkan, seluruh sumber daya dan kewenangan yang diberikan negara kepada ASN seharusnya mampu digunakan secara akuntabel. Otoritas harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan masyarakat dan dipergunakan untuk memberdayakan masyarakat. 

Menurut Jokowi, birokrasi bukan hanya harus hadir di tengah-tengah masyarakat, tetapi kehadirannya berdampak nyata bagi masyarakat. 

"Itu yang penting, memberikan solusi pada persoalan-persoalan masyarakat, sehingga melindungi, mengayomi, dan memenuhi hak-hak masyarakat sesuai dengan amanah konstitusi," ujar Jokowi. 

Di era disrupsi saat ini, Jokowi berharap seluruh anggota Korpri harus mau dan harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Caranya dengan terus meningkatkan kompetensi diri sehingga menjadi trendsetter, bukan sebatas follower. 

Anggota Korpri diharapkan bersikap terbuka dengan menghilangkan semua ego. "Baik ego sektoral, ego daerah, hingga ego ilmu krena banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan satu dinas, oleh satu daerah, oleh satu kementerian, oleh suatu lembaga tertentu, bahkan satu disiplin ilmu," tutur Jokowi. 

Menurutnya, kolaborasi lintas organisasi, lintas daerah, lintas ilmu, lintas profesi adalah kunci menghadapi tantangan masa depan. Dengan kemajuan teknologi, tidak ada lagi toleransi bagi layanan yang rumit dan lama. 

"Jangan terpaku pada cara-cara lama. Segera terapkan cara-cara baru," jelasnya. 

Jokowi pun meminta Korpri memanfaatkan teknologi, dan menerapkan e-government. Sebab teknologi telah memungkinkan pelayanan kepada masyarakat dilakukan lebih cepat dan lebih akurat.

Baca Juga: Jokowi: Kami Mengundang Investasi Infrastruktur Ekonomi Digital

Penulis : Dian Erika Nugraheny
Editor : Bagus Santosa

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi: Sudah Sangat Lama ASN Ada di Zona Nyaman, Terbelenggu Birokrasi Feodal". 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Planner Development Program Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×