kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Jokowi akan putuskan pemenang tender MRT


Jumat, 19 Oktober 2012 / 23:01 WIB
ILUSTRASI. Kapal milik Pertamina International Shipping


Reporter: Fahriyadi | Editor: Edy Can

JAKARTA. PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta belum mengumumkan pemenang tender jalur bawah tanah hingga saat ini. Kepala Biro Humas MRT Manpala Rega Chandragupta Sitorus beralasan  belum menerima persetujuan dari Japan International Cooperation Agency selaku penyedia dana proyek tersebut.

Selain itu, MRT juga menanti arahan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terutama mengenai biaya proyek. "Hal ini penting karena pada akhirnya gubernur yang akan menetapkan pemenang tender tersebut," katanya, Jumat (19/10).

Sekedar informasi, pada akhir September pihak PT MRT Jakarta bersama Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo ketika itu telah menerangkan pemenang tender proyek MRT akan ditetapkan pada pertengahan Oktober ini.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang tergabung dalam konsorsium dengan Obayashi dari Jepang telah menjadi salah satu kandidat pemenang bersama konsorsium lain yakni Hutama Karya-Sumitomo untuk tiga paket pengerjaan MRT jalur bawah tanah.

Sekretaris Perusahaan WIKA Natal Pardede mengaku masih menanti hasil tender itu. Dia mengaku pada awalnya pengumuman pemenang tender akan dilakukan pada 2013 mendatang.

Namun, ia beralasan semangat untuk mempercepat tender dengan mengagendakan pengumuman lebih awal harus diapresiasi. "Kami sebagai peserta tender cukup senang dengan kebijakan tersebut," jelas Natal.

WIKA mengaku tak khawatir bila pengumuman pemenang tender proyek itu molor. Sebab, Natal bilang pihaknya sudah mencari alternatif proyek lain.

Soal harga yang terlalu mahal, Natal membantahnya. Ia mengaku tidak tahu alasan mengapa proyek itu disebut mahal. Menurutnya, harga yang ditawarkannya merupakan harga wajar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×