kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

JK maju Pilpres 2014, peluang Ical terancam


Senin, 26 November 2012 / 15:34 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah model mobil Honda terkena recall untuk penggantian inflator airbag.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengakui sosok mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) masih populer. Tak heran bila dia menilai, Jusuf Kalla menjadi ancaman bagi Aburizal Bakrie, calon presiden yang diusung oleh Partai Golkar.

"Memang kalau dilihat itu ada pengaruhnya, kami mengakui beliau mantan Ketua Umum dan Pak JK masih populer, pasti akan berpengaruhnya," katanya di Istana, Senin (26/11).

Meski demikian, Agung memastikan Partai Golkar tetap akan mengusung nama Ical, panggilan Aburizal Bakri, sebagai calon presiden 2014 mendatang. Hal ini juga ditegaskan, politisi Cicip Syarif Sutardjo

Golkar tidak akan mengalihkan dukung ke Jusuf Kalla meski mantan Wakil Presiden itu bersedia maju kembali. "Kalau Golkar tidak ke dia," tegasnya.

Soal kesediaan Jusuf Kalla maju untuk mendampingi Megawati, Cicip enggan menanggapinya. Sebagai informasi Jusuf Kalla mengungkapkan dirinya berpeluang berduet dengan Megawati Soekarnoputri pada pemilihan presiden 2014. Kalla mengaku tidak keberatan maju menjadi calon wakil presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×