kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.678   51,00   0,29%
  • IDX 6.478   -63,06   -0,96%
  • KOMPAS100 858   -0,07   -0,01%
  • LQ45 652   2,69   0,41%
  • ISSI 223   -3,77   -1,66%
  • IDX30 363   1,40   0,39%
  • IDXHIDIV20 453   3,74   0,83%
  • IDX80 98   0,20   0,21%
  • IDXV30 125   0,02   0,02%
  • IDXQ30 117   1,05   0,90%

Jika subsidi BBM Rp 2.000/liter, inflasi bisa 2,5%


Kamis, 03 April 2014 / 19:59 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu Presiden Joko Widodo di Moskow pada 30 Juni 2022. Sputnik/Pavel Bednyakov/Kremlin via REUTERS


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah merencanakan menggunakan skema subsidi tetap dalam belanja subsidi. Bank Indonesia (BI) menyambut positif langkah pemerintah.

Hitungan BI, apabila dilakukan subsidi tetap Rp 2.000 per liter maka akan ada dampak inflasi sebesar 2,5%. "Semakin kecil subsidinya, dampak inflasi semakin besar," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung dalam Bincang-Bincang Media (BBM) di Jakarta, Kamis (3/4).

Menurut Juda, BI melihat skema subsidi tetap mempunyai arah fiskal yang jelas. Pengeluaran fiskal akan semakin berkurang karena pembayaran subsidi tidak tergantung nilai tukar.

Mestinya pemerintah secepat mungkin bisa melakukan kebijakan subsidi tetap. "Ketika ada peluang untuk melakukan adjustment di harga BBM mestinya bisa dilakukan," tandas Juda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×