kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Jika DPT mundur lagi, bisa mengganggu logistik


Senin, 28 Oktober 2013 / 15:51 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di salah satu kantor cabang Bank BUMN di Jakarta, Kamis (2/6). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/06/2022.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Komisi Pemilihan Umum (KPU), mengatakan persiapan logistik pemilu akan terganggu jika penetapan daftar pemilih tetap (DPT) diundur ketiga kalinya. Saat ini, DPT sudah diundur dua kali atas rekomendasi Bawaslu karena banyak data bermasalah.

"Kita berharap tidak diundur lagi, karena akan mengganggu (persiapan) logistik," kata komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah kepada wartawan di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/10).

Ferry menjelaskan, pengadaan jumlah logistik pemilu mulai dari surat suara, tinta, kotak dan bilik suara, formulir C1 dan lain sebagainya, sesuai undang-undang, harus merujuk DPT. Dari jumlah DPT ini kemudian, logistik pemilu akan diketahui.

Penetapan DPT yang semula akan ditetapkan pada 23 Oktober, diundur selama dua pekan hingga 4 November 2013. Pengunduran penetapan DPT ini dilatarbelakangi atas desakan partai politik dan rekomendasi Bawaslu yang menemukan 10 juta sekian daftar bermasalah. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×