kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Jepang apresiasi pemerintahan Jokowi-JK


Senin, 26 Januari 2015 / 10:07 WIB
ILUSTRASI. Pekerja menimbang berat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di salah satu kebun petani di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, Jumat (17/02/2023). ANTARA/Muhammad Izfaldi/foc.


Reporter: Handoyo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kunjungan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel ke Negeri Sakura, Jepang, memberikan nilai positif pada upaya peningkatan hubungan yang sinergis antara Indonesia-Jepang. Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe mengaku sangat mengapresiasi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dan berharap dapat menjalin kerja sama lebih erat.

"PM Abe mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara strategis dalam meningkatkan kerjasama ekonomi maupun keamanan," jelas Rachmat, dalam siaran persnya, Minggu (25/1).

PM Abe bahkan berharap Presiden Jokowi dan Mendag Rachmat dapat berperan besar dalam mempererat dan membangun sinergi ekonomi Indonesia-Jepang. "PM Abe juga mengharapkan kedatangan Presiden Jokowi dan saya ke Jepang pada April mendatang," kata Rachmat.

Sementara itu, dari hasil lawatan Rachmat ke Jepang diperoleh kesepakatan Indonesia dan Jepang untuk meninjau ulang (review) Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA).

Kesepakatan ini didapat usai pertemuan Mendag dengan Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Jepang Yoichi Miyazawa kemarin. "Poin-poin penting yang akan di-review meliputi berbagai sektor, antara lain pertanian, perikanan, manufaktur seperti otomotif, serta peningkatan investasi manufaktur Jepang dengan prisip saling memberikan keuntungan," jelas Rachmat.

Review ini akan dilakukan sesegera mungkin agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi 7%, meningkatkan investasi dan ekspor, serta mengurangi defisit perdagangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×