kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Jelang Lebaran, pemerintah tak akan ekspor beras


Selasa, 25 April 2017 / 17:56 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, ketersediaan beras menjelang Lebaran lebih dari cukup. Hal tersebut membuat pemerintah tak melakukan impor beras untuk memenuhi kebutuhan Lebaran yang jatuh akhir Juni mendatang.

"Beras aman, kami yang takut (harga) kerendahan," kata Enggar usai rapat koordinasi mengenai pengendalian harga menjelang Lebaran di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (25/4).

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga beras sejak awal April hingga akhir pekan lalu cenderung stabil. Per 1 April 2017, rata-rata harga beras nasional menyentuh Rp 10.550 per kilo gram (kg). Harga beras sempat menyentuh Rp 10.580 per kg, tetapi kembali ke level Rp 10.550 per kg pada 21 April 2017.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, saat ini stok beras sudah mencapai sekitar 2 juta ton. Stok beras tersebut lanjutnya, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menengah ke bawah selama delapan bulan.

"Tetapi kalau untuk (memenuhi kebutuhan secara) umum dua hingga tiga bulan, aman," tambahnya. Menurutnya, stok beras diperkirakan masih akan bertambah sejalan dengan masih adanya musim panen raya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×