kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Jelang Lebaran, pemerintah tak akan ekspor beras


Selasa, 25 April 2017 / 17:56 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, ketersediaan beras menjelang Lebaran lebih dari cukup. Hal tersebut membuat pemerintah tak melakukan impor beras untuk memenuhi kebutuhan Lebaran yang jatuh akhir Juni mendatang.

"Beras aman, kami yang takut (harga) kerendahan," kata Enggar usai rapat koordinasi mengenai pengendalian harga menjelang Lebaran di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (25/4).

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga beras sejak awal April hingga akhir pekan lalu cenderung stabil. Per 1 April 2017, rata-rata harga beras nasional menyentuh Rp 10.550 per kilo gram (kg). Harga beras sempat menyentuh Rp 10.580 per kg, tetapi kembali ke level Rp 10.550 per kg pada 21 April 2017.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, saat ini stok beras sudah mencapai sekitar 2 juta ton. Stok beras tersebut lanjutnya, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menengah ke bawah selama delapan bulan.

"Tetapi kalau untuk (memenuhi kebutuhan secara) umum dua hingga tiga bulan, aman," tambahnya. Menurutnya, stok beras diperkirakan masih akan bertambah sejalan dengan masih adanya musim panen raya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×