kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Jawaban Istana atas perkembangan kasus Novel Baswedan


Jumat, 27 April 2018 / 13:56 WIB
ILUSTRASI. Jenderal (Purn) Moeldoko


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan, pemerintah masih ingin memberi keleluasan bagi kepolisian untuk bekerja dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

"Jangan sampai banyak intervensi pemerintah. Apalagi kalau presiden intervensi, nanti menjadi bias makanya presiden memberikan kesempatan seluruhnya kepada aparat penegak hukum untuk bekerja," ungkap Moeldoko di kantornya, Jumat (26/4).

Sehingga ketika ada yang merasa tidak puas, silakan ditanyakan kepada polisi kenapa tidak diselesaikan. Namun begitu ia menyangkal jika Presiden, tidak memasukkan kasus Novel sebagai hal yang prioritas.

"Bukan begitu, tapi presiden berikan prioritas pada aparatur bekerja lebih optimum," katanya. Sekadar tahu saja, penanganan kasus penyiraman air keras kepada Novel telah berlangsung selama setahun lebih.

Tapi hingga saat ini belum ada pergerakan yang signifikan, bahkan belum ada tersangka yang ditetapkan oleh pihak kepolisian. Padahal, polisi telah menyebar sketsa wajah orang yang diduga menyiram Novel.

Apalagi kabar terbaru, pihak kepolisian melimpahkan kasus ini dari Polda Metro Jaya ke Polres Jakarta Utara. Tak ayal, banyak kalangan yang menilai penanganan kasus ini bukan mengalami kemajuan tapi malah kemunduran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×