CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Jawaban Istana atas perkembangan kasus Novel Baswedan


Jumat, 27 April 2018 / 13:56 WIB
ILUSTRASI. Jenderal (Purn) Moeldoko


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan, pemerintah masih ingin memberi keleluasan bagi kepolisian untuk bekerja dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

"Jangan sampai banyak intervensi pemerintah. Apalagi kalau presiden intervensi, nanti menjadi bias makanya presiden memberikan kesempatan seluruhnya kepada aparat penegak hukum untuk bekerja," ungkap Moeldoko di kantornya, Jumat (26/4).

Sehingga ketika ada yang merasa tidak puas, silakan ditanyakan kepada polisi kenapa tidak diselesaikan. Namun begitu ia menyangkal jika Presiden, tidak memasukkan kasus Novel sebagai hal yang prioritas.

"Bukan begitu, tapi presiden berikan prioritas pada aparatur bekerja lebih optimum," katanya. Sekadar tahu saja, penanganan kasus penyiraman air keras kepada Novel telah berlangsung selama setahun lebih.

Tapi hingga saat ini belum ada pergerakan yang signifikan, bahkan belum ada tersangka yang ditetapkan oleh pihak kepolisian. Padahal, polisi telah menyebar sketsa wajah orang yang diduga menyiram Novel.

Apalagi kabar terbaru, pihak kepolisian melimpahkan kasus ini dari Polda Metro Jaya ke Polres Jakarta Utara. Tak ayal, banyak kalangan yang menilai penanganan kasus ini bukan mengalami kemajuan tapi malah kemunduran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×