Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Konflik Timur Tengah yang kian memanas dan berdampak pada penutupan Selat Hormuz membuat fenomena panic buying minyak terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Aceh menjadi salah satu kota yang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)-nya dipenuhi oleh warga yang ingin membeli BBM.
Mereka mengaku ketakutan jika BBM kembali langka setelah kondisi tersebut terjadi ketika banjir bandang melanda Aceh pada November 2026 lalu.
“Mungkin juga orang-orang panik karena pengalaman bencana kemarin. Jadi ketika melihat situasi seperti ini mereka langsung mengantisipasi," kata Saiful Kamar, salah seorang warga Aceh yang ikut mengantre.
Petugas kebersihan SPBU Maujul Bahri mengatakan, antrean kendaraan mulai memadati SPBU sejak pukul 10.00 WIB.
Diberitakan sebelumnya, kekhawatiran publik bermula ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa stok BBM nasional masih bisa bertahan hingga 20 hari ke depan.
Tonton: Stok 84 Juta Ton Batubara Aman, PLN Tepis Ancaman Listrik Padam
Meski terdengar singkat, dia mengklaim bahwa stok tersebut sesuai dengan kapasitas penyimpanan maksimal Indonesia.
Dia juga memastikan bahwa ketersediaan BBM di Indonesia aman.
Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/03/08/170000965/pertamina-pastikan-stok-bbm-21-hari-terus-dilakukan-refill?page=all#page1
.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













