kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Jaksa Agung: Reformasi Birokrasi Kejaksaan Belum Baik


Kamis, 22 Juli 2010 / 09:49 WIB


Reporter: Epung Saepudin | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kejaksaan Agung mengakui program reformasi birokrasi masih belum berjalan dengan baik. Sebab, masih ada pegawai kejaksaan yang nakal.

"Harus diakui program pembaruan kejaksaan dalam pelaksanaanya masih dirasakan kurang berjalan dengan baik karena masih adanya perbuatan tercela yang dilakukan oknum aparat kejaksaan," ujar Jaksa Agung Hendarman Supandji dalam peringatan Hari Bhakti Adyaksai ke-50 di Kejaksaan Agung, Rabu pagi (22/7).

Hendarman mengatakan, kelemahan pelaksanaan program reformasi birokrasi dikarenakan adanya kecenderungan miskin implementasi oleh petugas lapangan. Karena itu, dia berjanji setiap satuan unit yang dibentuk akan dilakukan pemeriksaan serta penindakan jika melakukan kesalahan.

"Jangan ada lagi penyimpangan dalam pelaksanaan tugas, jangan lagi terjadi kebocoran dalam pengelolaan anggaran, baik anggaran pengeluaran maupun penerimaan keuangan negara dari hasil dinas," tegas mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus ini.

Akibat reformasi birokrasi yang masih tersendat ini, Hendarman menyatakan, terjadi sikap ketidakpercayaan masyarakat terhadap aparat kejaksaaan terutama yang menangani perkara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×