kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Jaksa Agung: Reformasi Birokrasi Kejaksaan Belum Baik


Kamis, 22 Juli 2010 / 09:49 WIB


Reporter: Epung Saepudin | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kejaksaan Agung mengakui program reformasi birokrasi masih belum berjalan dengan baik. Sebab, masih ada pegawai kejaksaan yang nakal.

"Harus diakui program pembaruan kejaksaan dalam pelaksanaanya masih dirasakan kurang berjalan dengan baik karena masih adanya perbuatan tercela yang dilakukan oknum aparat kejaksaan," ujar Jaksa Agung Hendarman Supandji dalam peringatan Hari Bhakti Adyaksai ke-50 di Kejaksaan Agung, Rabu pagi (22/7).

Hendarman mengatakan, kelemahan pelaksanaan program reformasi birokrasi dikarenakan adanya kecenderungan miskin implementasi oleh petugas lapangan. Karena itu, dia berjanji setiap satuan unit yang dibentuk akan dilakukan pemeriksaan serta penindakan jika melakukan kesalahan.

"Jangan ada lagi penyimpangan dalam pelaksanaan tugas, jangan lagi terjadi kebocoran dalam pengelolaan anggaran, baik anggaran pengeluaran maupun penerimaan keuangan negara dari hasil dinas," tegas mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus ini.

Akibat reformasi birokrasi yang masih tersendat ini, Hendarman menyatakan, terjadi sikap ketidakpercayaan masyarakat terhadap aparat kejaksaaan terutama yang menangani perkara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×