kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jakarta masih terbelakang soal penanganan limbah


Kamis, 01 November 2012 / 16:59 WIB
ILUSTRASI. Harga saham blue chip ASII sudah naik 10,70% sejak awal Agustus. KONTAN/Hendra Suhara


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Jakarta merupakan salah satu kota yang paling terbelakang menangani limbah. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto di Jakarta, Kamis (1/11).

Djoko bilang, dalam hal penanganan limbah, Jakarta tertinggal  dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Sebab, Jakarta baru mampu menangani limbah sebesar 2,38%  total dari limbah yang ada. "Jakarta termasuk kota paling terbelakang,  dibandingkan kota lain," kata Djoko Kirmanto.

Djoko membandingkan dengan kota Singapura, yang saat ini melakukan penanganan limbah hingga 100% bersih. Sementara kota Kuala Lumpur menangani limbah hingga 95% bersih.

Djoko mengungkapkan, soal kebersihan kota Jakarta masih di bawah kota-kota yang ada di Vietnam. "Kita (Jakarta) masih di bawah Saigon dan Hanoi," terang Djoko Kirmanto.

Bahkan jika dibandingkan dengan kota lain yang ada di Indonesia, Jakarta masih kalah dengan yang ada di Bandung, Yogyakarta dan Cirebon.

"Jakarta harus malu dengan Bandung, Yogyakarta dan Cirebon, mereka lebih dari 3% (menangani limbah). Mereka (Bandung, Yogya, Cirebon) punya saluran pembuangan yang baik," tambah Djoko. (Fajar/Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×