kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.868   22,00   0,13%
  • IDX 8.970   32,95   0,37%
  • KOMPAS100 1.238   8,86   0,72%
  • LQ45 873   5,46   0,63%
  • ISSI 326   2,03   0,63%
  • IDX30 443   3,05   0,69%
  • IDXHIDIV20 521   4,24   0,82%
  • IDX80 138   1,06   0,78%
  • IDXV30 145   1,40   0,98%
  • IDXQ30 141   1,00   0,71%

Jadwal Puasa Ramadhan 2026: Kemenag vs Muhammadiyah, Selisih 1 Hari?


Minggu, 11 Januari 2026 / 05:34 WIB
Jadwal Puasa Ramadhan 2026: Kemenag vs Muhammadiyah, Selisih 1 Hari?
ILUSTRASI. Kabar gembira! Ramadhan 2026 tinggal 41 hari lagi. Cek perbedaan tanggal Kemenag dan Muhammadiyah yang berpotensi selisih. (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Umat islam di seluruh dunia mulai menghitung kapan awal bulan suci Ramadhan 2026.

Masyarakat mulai mengira-ngira dan bertanya kapan Ramadhan mubarak akan menyapa tahun ini.

Berdasarkan pada kalender Hijriah 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Indonesia, awal Ramadhan akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Hitungan mundur menuju bulan suci Ramadhan 2026 pun makin terasa.

Tercatat dari 9 Januari 2026, berarti umat Islam masih mempunyai waktu sekitar 41 hari menuju bulan yang penuh ampunan dan rahmat Allah SWT.

Lantas, apakah benar puasa akan jatuh pada hari tersebut?

Pemerintah masih menunggu sidang isbat Kepastian kapan awal puasa 1447 Hijriah masih menunggu sidang isbat.

Sebagai mana diketahui, pemerintah Indonesia menggunakan metode Rukyatul Hilal yang kemudian dipastikan kebenarannya dengan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Baca Juga: Gejala Flu vs Superflu: Jangan Panik, Kenali 4 Perbedaan Utama Ini

Kriteria MABIMS mensyaratkan hilal baru dianggap sah jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi (jarak sudut bulan-matahari) minimal 6,4 derajat.

Penentuan resmi oleh pemerintah tetap akan menunggu hasil Sidang Isbat yang digelar pada akhir bulan Syakban 1447 H.

Muhammadiyah sudah tentukan awal puasa

Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah selalu berpatokan pada perhitungan yang biasa disebut dengan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Pendekatan yang berpacu pada posisi geometris benda-benda langit, khususnya Matahari, Bumi, dan Bulan ini bisa digunakan untuk menentukan awal bulan Hijriah.

Dari perhitungan tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah akan jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 Masehi, sebagaimana keterangan yang ditulis dalam situs resmi Muhammadiyah.

Potensi ada perbedaan

Jika hasil sidang isbat selaras dengan tanggal yang diterbitkan dalam kalender Hijriah Kemenag Indonesia, maka akan ada perbedaan awal puasa Ramadhan 2026.

Dalam kalender Hijriah yang dirilis Kemenag awal puasa pada 19 Februari 2026.

Sedangkan Muhammadiyah telah menetapkan akan memulai puasa sehari lebih awal yakni pada 18 Februari 2026.

Meski begitu, masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan adanya perbedaan seperti ini.

Sehingga, selisih satu hari ini bukan hal yang bisa mengurangi nilai atau semangat umat untuk menyambut Ramadhan.

Bagi umat islam, yang terpenting adalah esensi dari bulan Ramadan itu sendiri.

Baca Juga: Kemkomdigi Blokir Grok AI, Kenapa Platform X Harus Bertanggung Jawab?

Bulan penuh berkah, ampunan, dan kemuliaan bagi yang sangat ditunggu-tunggu.

Tak hanya menahan nafsu dan dahaga, bulan Ramadan memiliki banyak keutamaan.

Dalam bulan yang mulia ini, Allah SWT juga menjanjikan dibukanya pintu ampunan bagi hamba-hambanya.

Lalu menjelang bulan suci Ramadhan, apa saja hal yang perlu disiapkan?​

Empat modal utama menuju bulan Ramadhan

Setidaknya ada empat hal yang perlu disiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan, merujuk pada Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati Bandung, Jumat (28/2/2025).

Berikut rinciannya.

  • Ilmu: Ibadah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang besar. Saat memasuki bulan Ramadhan harus mempunyai bekal ilmu yang matang.
  • Ruhiyah atau keimanan: Ramadhan adalah bulan ibadah dan bulan anti maksiat. Untuk menyambutnya, umat Islam perlu mempersiapkan diri mulai dari sekarang. Persiapannya untuk membiasakan diri melakukan ibadah lebih intensif dan mengendalikan diri dari kegiatan maksiat.
  • Jasadiyah atau fisik: Tak hanya mematangkan modal secara spiritual dan keimanan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan fisik atau jasmani. Bukan tanpa alasan, berpuasa memerlukan tenaga. Menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga matahari terbenam membutuhkan fisik yang sehat. Belum lagi ditambah dengan salat tarawih yang memerlukan jasmani kuat untuk menunaikannya.
  • Maliyah atau harta: Ramadhan juga dikenal sebagai bulan sedekah, bulan infak, dan kewajiban zakat fitri. Ada juga keutamaan untuk umat melakukan ibadah umroh di bulan puasa. Hal tersebut tidak bisa terlaksana tanpa adanya harta

Tonton: Solana Menguat Tajam! SOL Berpeluang Tembus US$200 di Awal 2026

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Hitung Mundur Ramadhan 2026: Sisa Berapa Hari Lagi dan Apa yang Harus Disiapkan?"

Selanjutnya: Keanehan Harga Wall's: Beli 2 Es Krim Hanya Rp 13.000 di Indomaret

Menarik Dibaca: Performa Baterai Xiaomi 14 Dibanding Rival: Skor ViserMark 48/100

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×