kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

ITB Batal Serahkan Gelar Doktor untuk SBY


Senin, 09 Februari 2009 / 07:36 WIB


Reporter: Hans Henricus |

JAKARTA. Niat Institut Teknologi Bandung (ITB) memberi gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat ulang tahun emas Maret nanti akhirnya kandas.

Sebab, Presiden justru menginginkan ITB menimbang waktu penyerahan gelar prestisius itu lantaran bertepatan dengan masa Pemilihan Umum (Pemilu).

"Sebenarnya kami maunya saat Dies emas, tapi Presiden meminta setelah Pemilu Presiden dan Wakil Presiden," ujar Rektor ITB, Djoko Santoso seusai bertemu Presiden di kantornya, Jumat (6/2).

Keputusan ITB menganugerahkan gelar Doktor (HC) itu bukan karena SBY ahli dalam bidang tertentu. Melainkan lantaran menilai SBY sebagai sosok yang dalam istilah asingnya dikenal dengan conscientious.

Artinya, menurut Djoko, ITB menilai SBY sebagai pemimpin pekerja keras, cermat, tekun, dan bahkan bebas korupsi. "Inilah yang dibuthkan untuk membangun masyarakat industri dan untuk mengembangkan teknologi," jelas Djoko Ketua ikatan alumni ITB, Hatta rajasa mengatakan ITB memang telah mengevaluasi pemberian gelar Doktor (HC) pada SBY sejak 2006.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×