Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Masalah kenaikan harga Minyakita tak kunjung mendapatkan titik terang.
Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Edy Priyono menyebut rata-rata harga minyak goreng pemerintah ini telah mencapai Rp 17.500/liter, melampaui batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15.700/liter.
"Minyakita yang jelas dari pantauan harganya secara nasioal cukup jauh diatas HET," kata Edy dalam Rakor Pengendalian Inflasi Mingguan dipantau Selasa (21/1).
Baca Juga: 5 Tahun ke Depan, Pemerintah Targetkan Seluruh Daerah Terlistriki, Butuh Dana Rp 48 T
Bahkan, kata Edy, beberapa daerah dengan harga terendah pun masih belum menyentuh HET yang ditetapkan oleh pemerintah. Dia mencontohkan Kabupaten Mesuji yang masuk dalam 10 kabupaten dengan harga terendah untuk Minyakita.
Namun kata dia, harga di Kabupaten Mesuji tetap melebihi HET yakni Rp 16.000/liter di wilayah itu.
"Kalau Rp16.000 masih bisa diterima, tapi tetap saja ini tidak sesuai HET," sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan harga Minyakita tetap menjadi sorotan di pekan ketiga Januari 2025 ini.
Dia mencatat rata-rata harga minyak goreng rakyat ini berada di atas HET yakni Rp 17.502/liter. Kenaikan tertinggi ada di Kabupaten Intan Jaya mencapai Rp 60.000/ liter dan terendah ada di Kab Bandung Barat yakni Rp 15.781/liter.
Baca Juga: Menang di WTO, Indonesia Masih Punya PR Pastikan Kedaulatan Sawit di Pasar Global
Selanjutnya: Mengenal Apa Itu Diabetes Gestasional dan Cara Mencegahnya
Menarik Dibaca: Mengenal Apa Itu Diabetes Gestasional dan Cara Mencegahnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News