kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.142.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Investasi pemerintah yang diterima BUMN baru Rp 4,15 triliun hingga akhir November


Selasa, 01 Desember 2020 / 08:23 WIB
Investasi pemerintah yang diterima BUMN baru Rp 4,15 triliun hingga akhir November
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatarwata


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata mengungkapkan, hingga akhir November, pihaknya telah melakukan penempatan dana sebesar Rp 4,15 triliun dalam rangka investasi kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Isa menjelaskan, dari total dana tersebut, terbagi menjadi dua penandatanganan perjanjian pelaksanaan investasi pemerintah dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Pertama, investasi pemerintah sebesar Rp 650 miliar diberikan kepada PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) bekerja sama dengan Perum Perumnas. Tujuannya, untuk mendukung keberlangsungan program Satu Juta Rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di tengah pandemi Covid-19.

Kedua, kerjasama antara PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebesar Rp 3,5 triliun. Tujuan investasi ini untuk mendukung keberlangsungan penyediaan transportasi publik yang murah dan terjangkau.

Baca Juga: Dua BUMN ini bakal direstrukturisasi Erick Thohir

Dengan demikian, sisa anggaran pemberian investasi kepada BUMN dalam program PEN yakni sebesar Rp 15,49 triliun. Sehingga, secara umum, total realisasi program pembiayaan korporasi dalam program PEN baru sebesar Rp 6,15 triliun. Angka tersebut setara dengan 9,9% dari pagu sejumlah Rp 62,22 triliun.

Adapun sebelumnya, sebanyak Rp 2 triliun terealisasi untuk belanja imbal jasa penjaminan (IJP) dan stop loss penjaminan. 

Sementara itu, Isa bilang, untuk pembiayaan korporasi berupa dukungan penambahan penyertaan modal negara (PMN) kepada BUMN sebesar Rp 24,07 triliun bakal direalisasikan bulan ini. Harapannya akan membantu BUMN untuk dapat melanjutkan proyek-proyek penugasan yang sedang dikerjakan.

Misalnya kelanjutan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) untuk ruas-ruas yang sedang berjalan pembangunannya dan pembangunan infrastruktur kawasan Mandalika di Lombok. 

“Dengan terus berjalannya proyek-proyek pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian sekitar proyek melalui penyerapan tenaga kerja maupun dampak ikutan lainnya. Hal ini tentu akan menjadi stimulus tersendiri bagi perekonomian di masa pandemi Covid-19,” jelas Isa kepada Kontan.co.id, Selasa (1/12).

Baca Juga: Anggaran kesehatan dalam PEN baru terserap 41,2%, ini yang akan dilakukan Menkeu

Di sisi lain, anggaran pembiayaan untuk Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sebesar Rp 15 triliun akan direalisasikan segera setelah terbentuknya organ LPI yang terdiri dari dewan pengawas dan dewan direktur. 

“Hingga saat ini, Kementerian Keuangan bersama-sama instansi terkait telah menyampaikan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) terkait modal awal LPI dan RPP terkait tata kelola LPI kepada Presiden untuk mendapat penetapan,” pungkas Isa.

Selanjutnya: Sri Mulyani yakin sisa anggaran PEN bisa dongkrak ekonomi di kuartal IV-2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×