kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Investasi kembali bergairah pada kuartal II 2017


Kamis, 24 November 2016 / 17:28 WIB
Investasi kembali bergairah pada kuartal II 2017


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan investasi Indonesia akan membaik setelah kuartal kedua 2017 mendatang. Hal tersebut sejalan dengan proyeksi BI bahwa penyaluran kredit yang selama ini tumbuh lebih lambat, akan pulih di akhir kuartal kedua tahun depan.

Gubernur BI Agus Martowardojo melihat pertumbuhan investasi sebagai salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi domestik di tahun ini belum memadai. Menurut Agus, konsumsi rumah tangga tahun ini tetap berperan sebagai penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB) dan konsumsi swasta juga tetap besar.

"Akan tetapi investasi swasta yang belum memadai," kata Agus belum lama ini.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan investasi yang tercermin dari pembentukan modal tetap bruto (PMTB) di tahun ini melambat di setiap kuartalnya. Kuartal pertama tahun ini, PMTB tumbuh 5,57% year on year (YoY), namun melambat di kuartal kedua menjadi sebesar 5,06% YoY. Pada kuartal ketiga, pertumbuhan PMTB kembali melambat menjadi 4,06% YoY.

"Hal ini akan lebih baik di 2017," tambah Agus. Menurutnya, perbaikan investasi di tahun depan tersebut sejalan dengan perbaikan pertumbuhan kredit, khususnya di kuartal kedua 2017 nanti.

Agus melihat, penyebab melambatnya pertumbuhan kredit saat ini terjadi karena adanya kecenderungan kenaikan risiko kredit macet atau non performing loan (NPL) sehingga perbankan aktif melakukan restrukturisasi. Pihaknya juga memandang kecenderungan kenaikan NPL tertinggi terjadi di akhir tahun ini dan akan lebih terkendali di akhir kuartal kedua tahun 2017 nanti.

"Kami harapkan kalau secara umum ekonomi membaik misalnya kondisi inflasi terjaga rendah dan harga komoditas membaik, kami harapkan kondisinya bisa tidak menjadi lebih buruk lagi," kata dia.

Hal demikian juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung. Menurutnya, pertumbuhan investasi akan lebih baik di tahun depan lantaran kredit mulai mengalir. Juda memperkirakan, pertumbuhan investasi termasuk investasi bangunan di tahun depan bisa melebihi angka 6% YoY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×