kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Insentif PPh Final 0,5% Diperpanjang, Menteri UMKM Beberkan Skemanya


Selasa, 17 Desember 2024 / 17:45 WIB
Insentif PPh Final 0,5% Diperpanjang, Menteri UMKM Beberkan Skemanya
ILUSTRASI. Pengunjung memilih baju produk UMKM saat Pasar Gembira di Gedung Galeri Koperasi dan UKM kota Tangerang selatan, Banten. Pemerintah memutuskan insentif Pajak Penghasilan (PPh) final 0,5% untuk pelaku UMKM bakal diperpanjang pada tahun 2025. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/Spt.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman mengatakan insentif Pajak Penghasilan (PPh) final 0,5% untuk pelaku UMKM bakal diperpanjang pada tahun 2025.

Maman menjelaskan, pengenaan PPh final 0,5% hanya berlaku untuk pegiat UMKM dengan omset di bawah Rp 4,8 miliar juta per tahun, sementara bagi UMKM dengan penghasilan di bawah Rp 500 juta per tahun tak dikenakan PPh.

“Insentif PPH final 0,5% itu diberikan selama 7 tahun untuk seluruh pengusaha UMKM, dengan tujuan setelah tujuh tahun pengusaha-pengusaha UMKM yang mendapatkan insentif mereka bisa mandiri,” ujarnya saat ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (17/12).

Baca Juga: Siap-siap, Pemerintah Umumkan Kepastian PPN 12% dan Pajak UMKM Senin Depan

Maman mengungkapkan, bagi pelaku UMKM yang telah mendapatkan insentif PPh final 0,5% selama 7 tahun ini dan berakhir pada Desember 2024 ini, maka bakal diperpanjang hingga Desember 2025.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman

Sementara bagi pelaku UMKM yang telah diberikan insentif dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini, bakal mendapatkan insentif ini hingga lima tahun ke depan.

“Saya luruskan, artinya ini tidak serta-merta hanya dikasih sampai satu tahun ke depan saja,” ungkapnya.

Baca Juga: Insentif Pajak Mobil Listrik dan Hybrid Berlaku pada 2025, Begini Tanggapan Hyundai

Lebih lanjut, Maman menambahkan, pemerintah tengah menyiapkan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengatura di Bidang Pajak Penghasilan untuk kemudian memasukkan kebijakan yang baru saja diluncurkan tersebut.

“(Revisi PP) Targetnya sebelum awal Januari ya sudah harus, sedang lagi dalam proses,” tandasnya.

Selanjutnya: Porsi Penyaluran Pembiayaan Kendaraan Listrik oleh Multifinance Masih Mini

Menarik Dibaca: Yogyakarta Hujan Ringan Mulai Sore, Pantau Prakiraan Cuaca Besok di DIY

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×