kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Inilah saran KPU bagi Anda yang belum masuk DPT


Senin, 16 Juni 2014 / 13:03 WIB
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dolar AS pada hari ini, Kamis (19/1).


Sumber: TribunNews.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih membuka kesempatan kepada warga negara Indonesia yang belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk mendaftar. Sehingga bisa gunakan hak pilihnya dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah kepada wartawan di Gedung KPU, Jakarta, Senin (16/6), mengatakan pemilih yang belum terdaftar bisa mendaftarkan dirinya melalui daftar pemilih khusus (DPK) yang sudah disiapkan KPU.

"Kalau memang misalnya tidak terdaftar dalam DPT dan pemilih khusus, pada hari H juga bisa memilih. Kita upayakan masuk dalam daftar pemilih khusus dengan adanya DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) atau pindah memilih," terang Ferry.

Bagi pemilih yang ingin pindah memilih dari tempat asal karena alasan kerja, bisa mengurus formulir A5. Dengan formulir A5, pemilih dari daerah asal bisa memilih di daerah tujuan. Formulir ini bisa diurus di TPS asal atau sesuai KTP. Nantinya, nama pemilih di TPS asal akan dicoret dan dipindahkan ke TPS tujuan.

"Jadi kita mengurusnya dari TPS asal, supaya nama kita dicoret dari sana. Lalu kita pindah memilih ke TPS tujuan karena memang menjadi tempat aktivitas kerja atau belajar. Upaya itu sekarang dilakukan untuk tetap mengoptimalkan tingkat partisipasi masyarakat pemilih," sambungnya. (Eri Komar Sinaga)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×