kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,71   -11,32   -1.32%
  • EMAS943.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Inilah langkah-langkah ekonomi Jokowi untuk mengatasi pandemi corona


Jumat, 14 Agustus 2020 / 13:15 WIB
Inilah langkah-langkah ekonomi Jokowi untuk mengatasi pandemi corona
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan baju adat Sabu dari NTT saat menghadiri sidang tahunan MPR, Jumat (14/8)

Reporter: Markus Sumartomdjon | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam sidang tahunan MPR dan sidang bersama DPR, DPD dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 75, Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraannya menjabarkan sejumlah strategi dan kiat yang dijalankan untuk menghadapi pandemi corona yang tengah berlangsung hingga saat ini.

Misalnya di bidang kesehatan. ”Pandemi ini membuat reformasi fundamental di sektor kesehatan harus dipercepat. Orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat harus menjadi yang utama,” kata  Presiden Joko Widodo, di Gedung DPR, Jumat (14/8).

SUpaya berjalan, pemerintah bakal memperkuat SDM di bidang kesehatan, selain itu juga pengembangan rumahsakit dan balai kesehatan. Langkah berikutnya memperkuat industri farmasi dan obat-obatan. Selain itu juga memperkuat ketahanan pelayanan kesehatan.

Baca Juga: Hasil 75 tahun Indonesia merdeka: Menjadi negara upper middle country

Dibidang pangan, untuk memperkuat ketahanan pangan, pemerintah tengah mempersiapkan lumbung pangan atau food estate untuk memperkuat cadangan pangan. Lumbung pangan ini tidak cuma ada di  hulu tapi juga hilir dan memakai teknologi digital untuk menjangkau pasar luar negeri. 

Baca Juga: Jokowi sindir media untuk tak hanya kejar klik

Saat ini tengah dikembangkan food estate diProvinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Sumatera Utara. Lumbunga pangan juga akan dibuat di beberapa daerah lain. Program ini merupakan sinergi antara pemerintah,pelaku swasta, dan masyarakat sebagai pemilik lahan maupun sebagai tenaga kerja

Dibidang energi, pemerintah tengah melakukan upaya kemandirian engeri. Tahun lalu, Jokowi menyatakan Indonesia sudah memproduksi dan menggunakan B20. Dan tahun ini berlanjut ke program B30. Malah, Pdrtamina dan beberapa peneliti sudah bisa menciptakan D100 yakni bahan bakar diesel yang 100% dibuat dariminyak kelapa sawit, yang sedang uji produksi di dua kilang Pertamina. Langka ini bisa menyerap minimal 1 juta ton sawit produksi petani untuk kapasitas produksi 20.000 barel per hari

Hilirisasi bahan mentah juga tengah dikerjakan. Mulai dari batubara menjadi yang diolah menjadi methanol dan gas. Kemudian biji nikel sudah diolah menjadi ferro nikel,stainless steel slab, lembaran baja, dan dikembangkan menjadi bahan utama untuk baterai lithium.
“Posisi Indonesia menjadi sangat strategis dalam pengembangan baterai lithium, mobil listrik dunia,dan produsen teknologi di masa depan,” papar Jokowi.

Supaya itu semua lancar, pemeritah tengah mengembangkan pembangunan super koridor ekonomi di Pantai Utara Jawa, yakni di Kawasan Industri Batang serta Subang-Majalengka. Kawasan industri yang tengah dikembangkan tersebut diharapkan bisa mengundanag investasi yang berkualitas dan yang bersinergi dengan UMKM. Tujuannya sleain bisa menjadi nilai tambah ekonomi Indonesia dan bisa menyerap tenaga kerja. “Kawasan industri serupa juga akan dibangun di daerah lain di seluruh Indonesia,” katanya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×