kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Ini jurus mendongkrak 'Doing Business' Indonesia


Rabu, 29 Oktober 2014 / 20:10 WIB
Ini jurus mendongkrak 'Doing Business' Indonesia
ILUSTRASI. Anda Perlu Tahu, Ini 5 Penyakit yang Tergolong Langka di Dunia. FOTO ANTARA/M Agung Rajasa/Koz/nz/11.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Dalam Doing Business 2015 yang dirilis oleh World Bank, peringkat Indonesia naik dari 120 ke 114. Indonesia masih harus melakukan sejumlah perbaikan untuk menaikkan peringkat.

Peneliti Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Eko Listiyanto berpendapat, perbaikan doing business di Indonesia belum signifikan. Yang selalu menjadi tantangan doing business di Indonesia adalah infrastruktur, birokrasi, dan korupsi.

Ketiga hal itu perlu diperbaiki agar investor memiliki minat dan kepercayaan untuk masuk ke Indonesia. Usaha yang dilakukan pemerintah dengan menerapkan sistem online untuk urusan pendirian perusahaan harus diperluas. "Dengan teknologi informasi akan membuat minat investasi lebih tinggi karena lebih efisien," ujar Eko, Rabu (29/10). 

Selain itu, pembangunan infrastruktur harus dilakukan. Apabila perijinan sudah mudah dengan sistem online ataupun sistem terpadu satu pintu namun tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai dari pemerintah, investor pun enggan untuk masuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×