kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ini jurus mendongkrak 'Doing Business' Indonesia


Rabu, 29 Oktober 2014 / 20:10 WIB
Ini jurus mendongkrak 'Doing Business' Indonesia
ILUSTRASI. Anda Perlu Tahu, Ini 5 Penyakit yang Tergolong Langka di Dunia. FOTO ANTARA/M Agung Rajasa/Koz/nz/11.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Dalam Doing Business 2015 yang dirilis oleh World Bank, peringkat Indonesia naik dari 120 ke 114. Indonesia masih harus melakukan sejumlah perbaikan untuk menaikkan peringkat.

Peneliti Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Eko Listiyanto berpendapat, perbaikan doing business di Indonesia belum signifikan. Yang selalu menjadi tantangan doing business di Indonesia adalah infrastruktur, birokrasi, dan korupsi.

Ketiga hal itu perlu diperbaiki agar investor memiliki minat dan kepercayaan untuk masuk ke Indonesia. Usaha yang dilakukan pemerintah dengan menerapkan sistem online untuk urusan pendirian perusahaan harus diperluas. "Dengan teknologi informasi akan membuat minat investasi lebih tinggi karena lebih efisien," ujar Eko, Rabu (29/10). 

Selain itu, pembangunan infrastruktur harus dilakukan. Apabila perijinan sudah mudah dengan sistem online ataupun sistem terpadu satu pintu namun tidak didukung dengan infrastruktur yang memadai dari pemerintah, investor pun enggan untuk masuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×