kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Ini tawaran Tiongkok di proyek kereta cepat


Selasa, 11 Agustus 2015 / 20:33 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi RRT Xu Shaoshi didampingi 11 orang pejabat pemerintahan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), menemui Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto.

Dalam pertemuan itu, Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi RRT Xu Shaoshi berharap platform kerjasama antara Indonesia dan RRT ke depannya adalah kerjasama infrastruktur dan pengembangan kapasitas produksi.

“Investasi massal di bidang infrastruktur diharapkan dapat membangkitkan perekonomian kedua negara,” ujar Shaoshi, seperti yang dikutip dilaman Sekretariat Kabinet, Selasa (11/8).

Shaoshi berharap, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan menjadi langkah awal untuk mengembangkan kerjasama antara Indonesia dan Tiongkok yang lebih baik ke depannya.

Ia menjelaskan, untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, pemerintah RRT menawarkan perusahaan bersama (joint venture) BUMN Indonesia-Tiongkok untuk mengelola kereta api cepat tersebut, dengan komposisi saham Indonesia memegang 60% dan 40%nya dipegang oleh Tiongkok.

“Kami juga menjamin akan memberikan pelatihan dan transfer teknologi seperti yang diharapkan oleh pihak Indonesia,” kata Shaoshi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×