kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.073   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.415   27,48   0,51%
  • KOMPAS100 701   4,65   0,67%
  • LQ45 547   2,28   0,42%
  • ISSI 185   1,95   1,06%
  • IDX30 306   1,06   0,35%
  • IDXHIDIV20 402   2,42   0,61%
  • IDX80 81   0,48   0,60%
  • IDXV30 112   1,39   1,26%
  • IDXQ30 102   0,45   0,44%

Kereta cepat, Jokowi mau kerjasama jangka panjang


Selasa, 11 Agustus 2015 / 13:29 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Mesti Sinaga

BOGOR. Akhir Agustus ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memutuskan pihak mana yang akan melaksanakan proyek kereta api cepat. Saat ini ada dua pihak yang mengajukan proposal proyek tersebut, yaitu dari China dan Jepang.

Presiden menandaskan, pemerintah akan mempertimbangkan semua aspek dalam memutuskan pihak mana yang akan dipilih.

Pertimbangan pemerintah tidak hanya menyangkut kelebihan dari sisi finansial, teknis konstruksi dan teknologinya saja. Pemerintah juga akan mempertimbangkan kerjasama jangka panjang dengan pihak tersebut.

"Tawarannya sudah masuk, tinggal dinilai yang akan kita pakai," ujar Jokowi, Selasa (11/8) di Istana Bogor.

Hari Senin (10/8) kemarin, Presiden Jokowi menerima proposal akhir dari pihak China. Presiden juga menerima dokumen hasil uji kelayakan alias feasibility study (FS).

Untuk menilai proposal mana yang lebih baik, pemerintah akan menunjuk konsultan independen. Konsultan yang ditunjuk dipastikan tidak memiliki benturan kepentingan alias  conflict of interest.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×