kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ini lima sektor usaha favorit para investor


Selasa, 27 Juli 2021 / 16:24 WIB
Ini lima sektor usaha favorit para investor
ILUSTRASI. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi pada kuartal II-2021 sebesar Rp 223 triliun. Angka ini naik 16,2% year on year (yoy) dan tumbuh 1,5% quarter on quarter (qoq). Nilai penanaman modal tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp 106,2 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 116.8 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan dari total realisasi investasi tersebut terdapat lima sektor usaha yang paling diminati oleh para investor.

Pertama. sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran dengan nilai investasi Rp 31,3 triliun atau 14% dari total nilai investasi. Kedua, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya mencapai Rp 29,7 triliun, atau telah berkontribusi 12,5% dari jumlah aliran modal.

Baca Juga: Investasi di luar Jawa mencapai Rp 113,8 triliun pada kuartal II 2021

Bahlil mengatakan kedua sektor tersebut merupakan sektor padat karya yang banyak menyerap tenaga kerja. Bahlil menyebutkan pencapaian itu mengindikasikan investasi yang berkualitas. “Ini jawabannya (investasi berkualitas) bukan kacang goreng,” kata Menteri Invesyasi Bahlil Lahadalia saat Konferensi Pers, Selasa (27/7).

Ketiga, sektor transportasi gudang dan telekomunikasi sebesar Rp 27,9 triliun, setara 12,5% dari realisasi investasi. Keempat untuk sektor listrik gas dan air  dengan nilai investasi mencapai Rp 24,1 triliun, atau 10,8% telah menyumbang dari total nilai investasi.

Kelima, sektor pertambangan dengan nilai investasi sebesar Rp 20,3 triliun, atau sama dengan 9,1% dari total realisasi penanaman modal di kuartal II-2021. “Harus jujur kami akui, sektor pertambangan menjadi sektor yang kami dorong menjadi prioritas kami kami dorong betul betul contohnya bangun nikel  untuk jadi basis baterai mobil di RI,” ucap Bahlil.

Selanjutnya: Bahlil Lahadalia sebut Kalimantan Utara bakal kebanjiran investasi miliaran dolar AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×