kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45685,72   13,58   2.02%
  • EMAS917.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Ini langkah pemerintah evakuasi 68 WNI dari kapal pesiar Diamond Princess


Sabtu, 29 Februari 2020 / 12:15 WIB
Ini langkah pemerintah evakuasi 68 WNI dari kapal pesiar Diamond Princess

Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memutuskan untuk mengevakuasi 68 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah dikarantina di kapal pesiar Diamond Princess akibat wabah virus corona di Yokohama, Jepang. 

Sebanyak 23 personel tim evakuasi juga sudah diberangkatkan pada Jumat (28/2), untuk menjemput mereka. Tim tersebut terdiri dari pegawai Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri dan awak kabin pesawat Garuda Indonesia. 

Evakuasi rencananya dilakukan menggunakan pesawat jenis Airbus 330 milik PT Garuda Indonesia Tbk. "Evakuasi dilakukan untuk menjemput 68 kru kapal pesiar Diamond Princess yang saat ini berada di Yokohama (Jepang)," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (28/2). 

Baca Juga: Evakuasi WNI dari kapal Diamond Princess, pemerintah gunakan pesawat Garuda Indonesia

Tim evakuasi berangkat sekitar pukul 16.00 WIB. Menurut Retno, pesawat tim evakuasi akan mendarat di Bandara Haneda, Jepang pada pukul 01.00 WIB. 

Sedangkan pemulangan WNI akan dilakukan pada 1 Maret 2020 pukul 18.00 waktu Jepang dan sampai Indonesia pada dini hari. Namun, Retno tidak menyebut di bandara mana tempat para WNI itu akan tiba. 

Retno menjelaskan, tidak semua WNI ikut pulang ke Tanah Air bersama tim evakuasi. Menurut dia, ada dua WNI yang tidak ikut dievakuasi karena ingin melanjutkan pekerjaannya di kapal Diamond Princess. 

"Dua WNI Diamond Princess memutuskan untuk tidak ikut pulang bersama 68 WNI," ujarnya. Delapan WNI lainnya yang positif terjangkit virus corona juga tidak akan ikut pulang. 

Para WNI tersebut masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Jepang. "Delapan WNI yang saat ini dirawat di beberapa runah sakit di Jepang. Kami mendoakan agar mereka segara dapat pulih dan kami percaya rumah di Jepang bisa menangani dengan baik," ujar dia. 

Dipastikan sehat Retno menuturkan, 68 WNI yang akan dievakuasi telah melalui proses pemeriksaan kesehatan. Ia pun memastikan 68 WNI itu dalam kondisi sehat. 

"Sebelum dikembalikan mereka telah melakukan pemeriksaan PCR dan status mereka negatif (dari corona)," ungkap Retno. 

Retno menegaskan, WNI dievakuasi dari kapal Diamond Princess akan tetap menjalani proses observasi begitu tiba di Tanah Air. Observasi itu rencananya dilakukan di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu. 

Baca Juga: 188 ABK World Dream berhasil dievakuasi ke Pulau Sebaru, ini kronologinya

"Saya sampaikan menurut rencana 68 WNI juga akan melalui proses serupa dan akan dibawa ke (tempat) tersebut (Pulau Sebaru Kecil)," imbuhnya. 

Para WNI yang dievakuasi juga wajib mengikuti protokol kesehatan yang diatur pemerintah. Salah satunya dengan menjalani pemeriksaan saat tiba di Indonesia. 

"Sehingga pada sampai mereka tiba di Indonesia akan dilakukan kembali pengecekan kesehatan sebagaimana yang sekarang ini sedang dilakukan oleh 188 kru (kapal World Dream) yang baru saja kita ambil," ucap Retno. (Sania Mashabi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Langkah Pemerintah Evakuasi 68 WNI di Kapal Diamond Princess".

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×