kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.954   42,00   0,23%
  • IDX 6.021   -50,44   -0,83%
  • KOMPAS100 777   -7,48   -0,95%
  • LQ45 595   -5,70   -0,95%
  • ISSI 209   -1,79   -0,85%
  • IDX30 330   -3,11   -0,94%
  • IDXHIDIV20 421   -3,89   -0,92%
  • IDX80 89   -0,86   -0,96%
  • IDXV30 114   -0,93   -0,81%
  • IDXQ30 108   -0,69   -0,63%

Ini kronologi penemuan jasad dan serpihan AirAsia


Selasa, 30 Desember 2014 / 21:44 WIB
ILUSTRASI. Manfaat kentang untuk kesehatab tubuh.


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. TNI Angkatan Udara menyatakan bahwa semua penemuan obyek mengapung di Selat Karimata, baik jenazah, pelampung, koper, maupun serpihan, yang diduga milik pesawat AirAsia QZ8501, merupakan hasil penyisiran dua pesawat yang mereka kerahkan dari Lanud Halim Perdanakusuma pada Selasa (30/12/2014) pagi. Dua pesawat itu adalah CN C295 dan Hercules C130.

Kepala Pusat Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Ahadi Tjahjanto memaparkan, berdasarkan arahan dari Basarnas, pada pencarian hari ketiga ini, skuadron TNI AU Lanud Halim Perdanakusuma mendapat tugas untuk melakukan penyisiran di sisi selatan Pulau Kalimantan, terutama di wilayah Kabupaten Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

"TNI AU memusatkan pencarian di Selat Karimata dan Laut Jawa bagian utara berdasarkan perkiraan kemungkinan lokasi jatuhnya pesawat dari Basarnas," kata Ahadi, di Lanud Halim, Selasa (30/12/2014) sore.

Ahadi kemudian memaparkan kronologi penemuan obyek-obyek tersebut. Menurut dia, penemuan pertama berasal dari hasil penyisiran pesawat CN295 dengan pilot Kapten Penerbang Ammad. Waktu penemuan terjadi sekitar pukul 10.00. Sementara itu, penemuan hasil penyisiran pesawat Hercules C130 dengan pilot Mayor Penerbang Akal Juang terjadi sekitar pukul 11.00.

Menurut Ahadi, kru pesawat melihat serpihan-serpihan dan sesosok tubuh terapung di perairan yang berdekatan dengan temuan sebelumnya. "Setelah terbang empat jam dari Lanud Halim, kedua pesawat berhasil menemukan obyek-obyek tersebut di perairan pada posisi radial 227 dan jarak 95 Nm (175 km) dari Pangkalan Bun," tutur Ahadi.

Setelah mengambil foto-foto yang dibutuhkan, lanjut dia, kedua pesawat tersebut selanjutnya menuju ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun untuk melaporkan hasil temuan ke Panglima Komando Operasi I TNI AU Marsekal Muda Dwi Putranto. Menindaklanjuti penemuan tersebut, Dwi kemudian berangkat ke lokasi dengan menggunakan helikopter Super Puma dengan didampingi helikopter dari Basarnas.

"Pada pukul 12.15, rombongan Pangkoops menemukan makin banyak obyek-obyek terapung di lokasi yang berdekatan dengan temuan-temuan sebelumnya, antara lain live vest penumpang kuning, serpihan kargo berwarna merah putih dengan jaring kargo," ucap Ahadi.

Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsdya TNI F Henry Bambang Sulistyo mengatakan, kemungkinan temuan di Selat Karimata itu 95 persen berasal dari pesawat AirAsia yang hilang kontak pada Minggu pagi. "Yang 5 persen belum bisa saya pastikan karena saya belum melihat sendiri," ujar Sulistyo. (Alsadad Rudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×