kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Ini kata politisi PDIP soal jatah menteri partai


Selasa, 16 September 2014 / 14:18 WIB
ILUSTRASI. 9 barang yang tidak seharusnya ada di kamar tidur Anda, solusi agar kamar rapi


Reporter: Agus Triyono | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Joko Widodo dan Jusuf Kalla memutuskan untuk mempertahankan jumlah kementerian yang ada di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka ingin agar jumlah 34 kementerian tersebut dipertahankan agar kerja pemerintahannya bisa berjalan secara efektif.

Selain mengumumkan jumlah kementerian yang akan dibentuknya tersebut, Jokowi awal pekan kemarin juga memberikan sedikit gambaran mengenai orang yang akan duduk di kabinetnya tersebut. Menurutnya, kabinetnya seluruhnya akan berisi orang profesional.

Meskipun demikian, Jokowi membagi jenis orang yang akan duduk di kabinetnya tersebut menjadi dua. Profesional murni sebanyak 18, sementara itu profesional partai sebanyak 16 orang. Budiman Sudjatmiko, politisi muda PDIP membantah bahwa alokasi kementerian terhadap orang profesional partai yang dilakukan Jokowi tersebut dilakukan akibat praktik politik dagang sapi yang dilakukan oleh Jokowi untuk membayar dukungan yang telah diberikan partai pendukungnya.

Budiman mengatakan bahwa keberadaan orang profesional partai di Kementerian Jokowi memang diperlukan untuk membuat arah pembangunan Indonesia bisa berideologi. Oleh karena itulah, agar keberadaan orang profesional partai tersebut bisa benar- benar efektif dalam membuat arah pembangunan kabinet Jokowi- JK bisa berideologi Budiman menyarankan agar orang profesional partai tersebut ditempatkan di lima kementerian.

"Kementerian yang mengurusi agraria, maritim, pendidikan, desa dan ketenagakerjaan, menurut pandangan saya itu bagus diisi orang partai agar pembangunan kita punya arah dan ideologi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×