kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Ini faktor penentu pertumbuhan ekonomi pada 2021


Rabu, 29 Juli 2020 / 19:28 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat di Terminal Peti Kemas (TPK) yang dikelola Pelindo 1.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

Fokus belanja tahun depan baik yang berasal dari pagu belanja pada biasanya maupun cadangan belanja 2021.

“Situasinya masih belum sepenuhnya normal sehingga belanja modal untuk infrastruktur, sementara prioritasnya mesti di bawah belanja untuk memulihkan daya beli masyarakat,” kata Eric kepada Kontan.co.id, Rabu (29/7).

Kendati demikian, kedua ekonom tersebut optimistis pertumbuhan ekonomi tahun depan bakal lebih baik, dengan catatan tahun ini pandemi sudah berakhir atau bisa ditangai dengan baik oleh pemerintah.

Baca Juga: Genjot pertumbuhan ekonomi tahun depan, pemerintah geber belanja negara

Proyeksi Eric pertumbuhan ekonomi tahun depan berada sebesar 4,8%, sedangkan Piter prediksi di rentang 5%-5,5%.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati optimistis pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa mencapai 5%-5,5%. Caranya dengan menggenjot belanja.

Sementara itu, defisit anggaran 2021 diperlebar dari asumsi semula 4,7% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 5,2%. Adapun, penambahan defisit 0,5% itu, atau setara Rp 179 triliun akan digunakan sebagai cadangan belanja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×