kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Ini cara Kemenhut turunkan emisi gas rumah kaca


Senin, 07 April 2014 / 17:24 WIB
ILUSTRASI. Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan melakukan tes antigen kepada Warga Negara Indonesia (WNI)


Reporter: Mona Tobing | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Issue perubahan iklim dunia mendorong Kementrian Kehutanan (Kemenhut) mengeluarkan beberapa teknologi rendah emisi. Lewat penggunaan teknologi ini, Kementrian Kehutanan optimis penurunan emisi gas rumah kaca bisa mencapai 41% pada tahun 2020.

Ada 5 teknologi emisi yang direkomendasikan Litbang Kehutanan Kemenhut. Pertama, tekhnik permanen ramah lingkungan dengan mengoptimalisasi pemanfaatan kayu sampai berdiameter 7 centimeter. Kedua, perlindungan, koservasi dan reabilitasi hutan atau lahan. Salah satunya dengan rekayasa pemadam kebakaran.

Ketiga, teknik silvikultur intensif dengan rekayasa genetic, produksi benih unggul dan perlindungan hama atau penyakit tanaman. Keempat, tekhnologi kayu misalnya pemanfaatan limbah kayu. Terakhir, teknologi bahan bakar nabati dan wood pellet.

Putra Pratama, Pelaksana Tugas Sementara (PLT) Kepala Bidang Litbang Kemenhut mengatakan, pihaknya tengah berupaya untuk mengurangi gas rumah kaca dari 26% menjadi 41%.

"Kami berupaya untuk menurunkan emisi dengan tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga," kata Putra pada Senin (7/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×