kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45866,25   0,74   0.09%
  • EMAS918.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.32%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Ini alasan Jokowi memilih Listyo Sigit jadi Kapolri


Rabu, 20 Januari 2021 / 17:41 WIB
Ini alasan Jokowi memilih Listyo Sigit jadi Kapolri
ILUSTRASI. Kabareskrim Polri yang juga calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo bersiap mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri di ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/1/2021).

Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Staf Presiden Moeldoko menyebut alasan Presiden Joko Widodo memilih Listyo Sigit sebagai Kapolri. Moeldoko menyebut terdapat empat kriteria yang menjadi acuan dalam memilih kapolri.

Keempat kriteria ini adalah kapasitas, kapabilitas, loyalitas, dan integritas. "Jadi semua agregat dari indikator-indikator yang dikenali dari awal itu memunculkan sebuah agregat, dan agregat itu seseorang akan dipilih begitu. Jadi bukan karena macam-macam," ujar Moeldoko kepada wartawan, Rabu (20/1).

Moeldoko menyebut seorang pimpinan instansi harus memiliki kemampuan untuk memikul tanggung jawab. Selain itu bekas Panglima TNI itu juga menyebut Listyo telah terbukti memiliki kapasitas dalam menyelesaikan masalah.

Loyalitas dan integritas juga menjadi hal yang tidak bisa ditawar dalam mengisi posisi Kapolri. Pemilihan Listyo Sigit disebut Moeldoko telah dipertimbangkan oleh presiden untuk mencapai suatu tujuan. "Jadi pasti presiden sudah memikirkan untuk kepentingan yang lebih besar maka ada pertimbangan-pertimbangan lain," terang Moeldoko.

Baca Juga: Komisi III DPR setujui Komjen Listyo Sigit jadi Kapolri

Kriteria tersebut dipastikan yang membuat Listyo Sigit dipilih menjadi kapolri. Meskipun dalam perebutan posisi tersebut terdapat jenderal polisi bintang tiga lain yang masuk dalam bursa calon kapolri.

Dua jenderal polisi lainnya merupakan senior lulusan Akpol tahun 1988 yakni Wakapolri Gatot Eddy Prramono dan Boy Rafli Amar. Sementara Listyo merupakan lulusan Akpol 1991. 

"Jadi ini kan pilihan-pilihan. Pilihan pertama pendekatannya senioritas. Pilihan yang kedua pendekatannya yang tadi beberapa persyaratan tadi," jelas Moeldoko.

Dalam pemilihan dua jenderal yang lebih senior disampaikan Moeldoko tak masuk dalam kualifikasi. Meski begitu dia memastikan pemilihan dilakukan dengan penilaian yang bersifat holistik.

Baca Juga: Fit and proper test calon Kapolri, Ketua Komisi III DPR soroti penanganan narkoba

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Rahasia Banjir Order dari Digital Marketing Sukses Berkomunikasi: Mempengaruhi Orang Lain Batch 3

[X]
×