kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Ini 2 saran ekonom soal penghematan belanja Kemkeu


Senin, 17 November 2014 / 17:30 WIB
ILUSTRASI. Mengenal istilah hustle culture yang populer di dunia kerja masa kini dan dampak buruknya bagi kesehatan mental para pekerja. dok/Silicon Republic


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pengamat Ekonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam menilai positif langkah penghematan belanja kementerian/lembaga yang tidak perlu. Namun untuk itu, Kemkeu harus memperhatikan dua hal.

Pertama, membuat legal framework. Kalau tidak ada landasan hukum yang jelas bagi kementerian/lembaga untuk melakukan penghematan belanja maka akan sulit dilakukan.

 

Kedua, pemerintah harus juga memikirkan tentang dampak penghematan belanja seperti pelarangan kegiatan di hotel. Kalau ini dilakukan maka bisa berdampak pada keberlangsungan ekonomi perhotelan. "Ada dampak tidak langsungnya. Ini juga perlu diperhatikan," terang Latif ketika dihubungi KONTAN, Senin (17/11).

Seperti diketahui, pemerintah bekerja keras mengerem defisit anggaran tidak lewat dari batas 2,4% dari PDB. Untuk itu belanja kementerian/lembaga yang tidak perlu meliputi biaya perjalanan dinas, rapat, dan konsinyering berupa pengumpulan pegawai di dalam suatu tempat seperti hotel ataupun penginapan diminta untuk dipangkas apabila tidak diperlukan. Bahkan, saat ini sudah ada larangan untuk melaksanakan kegiatan di hotel dan pembatasan perjalanan dinas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×