kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45946,86   7,52   0.80%
  • EMAS950.000 0,32%
  • RD.SAHAM 0.64%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Ini 19 kabupaten/kota yang alami kenaikan kasus Covid-19


Sabtu, 27 November 2021 / 12:31 WIB
Ini 19 kabupaten/kota yang alami kenaikan kasus Covid-19
ILUSTRASI. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ada 19 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan kasus positif Covid-19. Kenaikan tersebut terjadi selama beberapa minggu terakhir.

"Dari hasil pengamatan, dilaporkan total 19 kabupaten/kota mengalami kenaikan kasus dengan lama waktu yang berbeda-beda," kata Budi dalam siaran pers di laman Kementerian Kesehatan, Sabtu (27/11).

Setidaknya ada dua kabupaten/kota yang dalam waktu empat minggu berturut-turut mengalami kenaikan kasus Covid-19, yakni Fak-Fak (Papua Barat) dan Purbalingga (Jawa Tengah)

Selanjutnya ada Lampung Utara (Lampung) yang sudah mengalami kenaikan kasus Covid-19 selama tiga minggu berturut-turut.

Baca Juga: Masyarakat diminta tetap di rumah saat libur Nataru

Sementara itu, 16 kota lainnya sudah mengalami kenaikan kasus Covid-19 selama dua pekan berturut-turut.

Budi bilang, persentase kenaikan yang terjadi sebenarnya masih terbilang kecil. Meski demikian, monitoring terus dilakukan agar tidak terjadi ledakan kasus.

“Walaupun jumlahnya masih kecil, lalu positivity rate dan BOR (bed occupancy rate) rumah sakit masih rendah, tapi kami mengikuti daerah-daerah ini agar jangan sampai kami terlambat kalau ada kenaikan,” tegasnya.

Budi menambahkan, kenaikan itu salah satunya dipicu menurunnya kemampuan testing dan tracing terhadap kontak erat kasus positif Covid-19. Selain itu juga disebabkan berkurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan prokes 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas).

Baca Juga: Awas, virus corona varian baru B.1.1.529 lebih berbahaya, ini kata WHO & epidemiolog

“Kami juga memperhatikan mengenai kota-kota tersebut apa yang harus diperbaiki, yaitu tracing dan testing-nya. Testing harus dilakukan terhadap orang-orang kontak erat hasil dari tracing. Kami melihat kota-kota yang ada kenaikan, disiplin untuk tracing dan testing-nya sangat rendah,” kata Budi.

Karena itu, dia meminta kepala daerah memperkuat testing, tracing dan treatment (3T) serta menegakkan protokol kesehatan 5M. "Dan menggenjot cakupan vaksinasi terutama pada kelompok-kelompok yang rentan terpapar Covid-19," pungkas Budi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menkes: 19 Kabupaten/Kota Alami Kenaikan Kasus Covid-19".
Penulis : Dian Erika Nugraheny
Editor : Egidius Patnistik

Selanjutnya: Mitratel (MTEL) bakal akuisisi 6.000 menara telekomunikasi dalam 3 tahun

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×