kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.855   46,00   0,27%
  • IDX 8.118   -117,55   -1,43%
  • KOMPAS100 1.142   -14,07   -1,22%
  • LQ45 824   -10,37   -1,24%
  • ISSI 289   -3,61   -1,23%
  • IDX30 434   -5,42   -1,23%
  • IDXHIDIV20 523   -4,32   -0,82%
  • IDX80 128   -1,31   -1,02%
  • IDXV30 143   -0,39   -0,27%
  • IDXQ30 139   -1,93   -1,37%

Inflasi rendah, Darmin minta bunga acuan turun


Senin, 03 Oktober 2016 / 15:29 WIB
Inflasi rendah, Darmin minta bunga acuan turun


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai tingkat laju inflasi September, masih sesuai harapan. Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis laju inflasi September 2016 tercatat sebesar 0,22%.

Menurut Darmin, pola laju inflais masih sama dengan beberapa bulan terakhir, yaitu masih di level yang rendah. Dengan kondisi itu, maka ruang untuk pelonggaran moneter masih terbuka.

Oleh karenanya, Bank Indonesia, sebagai otoritas moneter masih berpeluang untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Sebelumnya, pada September lalu BI menurunkan suku bunga acuan 7 day reverse repo rate sebesar 0,25% menjadi 5%.

Namun tidak hanya pelonggaran moneter saja. "Mestinya suku bunga bank komersial juga segera turun," kata Darmin, Senin (3/9) di Jakarta.

Selain karena inflasi yang rendah, saat ini likuiditas di pasar keuangan cukup baik. Hal itu terutama karena adanya aliran dana dari kebijakan tax amnesty.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×