kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Inflasi di tingkat grosir lebih tinggi dari tingkat konsumen


Senin, 04 Juni 2018 / 19:57 WIB
ILUSTRASI. Kepala BPS Suhariyanto


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selain di tingkat konsumen, inflasi juga terjadi pada harga-harga di tingkat grosir. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, indeks harga perdagangan besar (IHPB) umum non migas naik 0,32% dibanding bulan sebelumnya, lebih tinggi dibanding kenaikan IHPB April yang sebesar 0,12%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kenaikan IHPB tersebut utamanya disebabkan oleh kenaikan pada kelompok barang ekspor non migas yang mencapai 0,82%. Kenaikan ini, utamanya terjadi karena kenaikan pada batubara serta bijih kerak dan abu logam.

Kenaikan harga batubara di tingkat grosir tersebut, "Karena langkanya pasokan batubara untuk pembangkit listrik," kata Suhariyanto, Senin (4/6).

Selain kenaikan pada kelompok barang ekspor non migas, BPS juga mencatat beberapa komoditas lain yang juga mengalami kenaikan harga. Yaitu, ketela pohon, mangga, alpukat, ayam ras, ayam buras, daging ayam, ikan beku, plastik dan barang dari plastik impor, serta bahan bakar mineral non migas ekspor.

Tak hanya itu, BPS juga mencatat terjadinya kenaikan IHPB kelompok bahan bangunan atau konstruksi sebesar 0,46%, yang juga lebih tinggi dari kenaikan pada bulan sebelumnya sebesar 0,25%.

Suhariyanto bilang, kenaikan tertinggi pada kelompok konstruksi ini, antara lain kenaikan pipa dan aksesorisnya, besi beton, bak dan tangki, kawat dan sejenisnya, serta tanah urug.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×