kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Infeksi corona tanpa gejala makin banyak di berbagai negara


Sabtu, 04 April 2020 / 18:43 WIB
Infeksi corona tanpa gejala makin banyak di berbagai negara
ILUSTRASI. Diperkirakan 1 dari 4 orang yang membawa virus corona tidak menunjukkan gejala klinis.

Sumber: Kompas.com | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Virus corona yang mewabah awal di Wuhan, China, terus menunjukkan karakter yang berubah. Diperkirakan 1 dari 4 orang yang membawa SARS-CoV-2 tidak menunjukkan gejala klinis. Sejumlah kasus yang ditemukan menunjukkan adanya pasien positif Covid-19, namun tidak menunjukkan gejala sakit atau asimptomatik, tetapi menularkannya ke orang lain.

Oleh sebab itu, virus corona yang kini menjadi pandemi global menjadi sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. "Ada penularan signifikan oleh orang-orang yang tidak menunjukkan gejala (infeksi virus corona)," kata Stephen Morse, seorang ahli epidemiologi di Columbia University kepada Science Alert, Sabtu (4/4).

Pembawa virus corona tanpa gejala ini, kata Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Robert Redfield, kemungkinan besar berkontribusi besar pada penyebaran cepat virus SARS-CoV-2 di seluruh dunia. Sejauh ini, jumlah kasus yang dikonfirmasi telah melewati 1 juta orang pada pekan ini. Berikut ini kasus-kasus infeksi virus corona di dunia yang tidak disertai gejala klinis Covid-19.

Baca Juga: IHSG masih berpeluang melemah, investor bisa mulai beli

1. China

Pembawa virus corona tanpa gejala, kali pertama ditemukan pada seorang wanita berusia 20 tahun di China. Wanita tersebut dites positif memiliki virus corona, namun tidak menunjukkan gejala apapun. Sementara ternyata wanita tersebut telah menularkannya ke lima orang anggota keluarganya.

Sebuah laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Februari tentang wabah virus corona di China, juga menemukan beberapa kasus yang sama. Beberapa orang dites positif terinfeksi virus corona tetapi tidak menunjukkan gejala pada tanggal diagnosa mereka.

2. Amerika Serikat

Penelitian lain kembali menegaskan temuan ini yang dilakukan CDC tentang pasien virus corona di sebuah panti jompo di negara bagian King County di Washington. Studi tersebut menemukan dari 23 orang yang dites positif, hanya 10 orang yang menunjukkan gejala pada hari mereka didiagnosa.

Kendati sepekan kemudian, 10 orang dari kelompok lain mengalami gejala sakit.

Baca Juga: Pasien terinfeksi virus corona tersebar di 32 provinsi, DKI Jakarta catat 1.028 kasus

3. Jepang, Kapal Pesiar Diamond Princess

CDC juga mengevaluasi pasien virus corona di kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di lepas pantai di Yokohama, Jepang. Dari 3.711 orang di dalamnya, 712 dinyatakan positif, tetapi 50% dari mereka tidak memiliki gejala saat itu.

Dalam sebuah studi kecil di antara para ekspatriat di Jepang dievakuasi dari Wuhan pada Februari lalu. Studi ini mengungkapkan 30,8% orang yang dites positif virus corona, tidak menunjukkan gejala.

4. Singapura

Sementara itu, penelitian virus corona di Singapura juga menemukan hal yang sama. Dari 157 kasus positif Covid-19 yang diperoleh secara lokal, melibatkan 10 penularan asimptomatik, tanpa gejala infeksi corona. (Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×