kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Indonesia, Malaysia dan Thailand perkuat kerja sama informasi pasar kerja


Jumat, 12 Juli 2019 / 16:15 WIB
Indonesia, Malaysia dan Thailand perkuat kerja sama informasi pasar kerja


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - PALEMBANG. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berharap kerja sama saling menukar sistem informasi pasar kerja secara online antara tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand dapat meningkatkan tenaga kerja kompetitif. 

"Pertukaran informasi pasar kerja akan membantu ketiga negara dalam mengisi pasar kerja sub regional. Sehingga migrasi pekerja akan tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja,” kata Staf Ahli bidang Kerja Sama Hubungan Internasional Suhartono dalam siaran persnya, Kamis (11/7).

Suhartono menambahkan kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand-Growth Triangle (IMT-GT) bukan kerja sama baru. Untuk mewujudkan kerja sama tersebut, pemerintah telah memiliki dua proyek yakni Jejaring Balai Latihan Kerja (Vocational Training Centre Networking /VTC-NET) dan Sistem Informasi Pasar Kerja (Labour Market Information System /LMIS). 

Menurut Suhartono, saat ini, telah dilakukan revitalisasi terhadap lembaga pelatihan kerja dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) daerah secara fokus, masif dan perbaikan pelayanan informasi pasar kerja yang terintegrasi di tiga negara, sebagai wujud konkrit dalam mobilisasi tenaga kerja di wilayah sub regional.

"Kami juga menghimbau peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung implementasi dua proyek dimaksud dan memberikan usulan proyek baru yang dapat diimplementasikan sesuai IB 2017-2021,"  kata Suhartono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×