kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Indonesia bisa andalkan konsumsi rumah tangga


Kamis, 02 Juli 2015 / 16:11 WIB


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya 5,2%, melenceng dari target 5,7% dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015. Di tengah pertumbuhan ekspor yang lesu dan belanja pemerintah yang masih minim, konsumsi rumah tangga bisa diharapkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiska (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, laju konsumsi rumah tangga pada triwulan I-2015 masih berada pada level 5%, di atas level pertumbuhan ekonomi keseluruhan 4,7%.

"Konsumsi rumah tangga masih bisa diharapkan pada triwulan II, III, dan IV," ujarnya dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kamis (2/7).

Pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk menjaga pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Misalnya menghapus sejumlah Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) karena sebagian barang sudah tidak cocok lagi masuk kategori mewah.

Menurut Suahasil, pemerintah tidak berharap terlalu banyak pada ekspor. Selama China, Jepang, dan Eropa belum mengalami pemulihan maka ekspor Indonesia belum bisa diharapkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×