Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-BOGOR. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menilai peningkatan aktivitas manufaktur Indonesia pada September 2026 menjadi sinyal yang baik buat perekonomian.
Sebagai catatan, S&P Global mencatat indeks manufaktur Indonesia atau Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia naik menjadi 52,4 pada September 2026 dari 49,8 pada Agustus.
Angka di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur mengalami ekspansi dibandingkan bulan sebelumnya. Level 52,4 juga menjadi perbaikan kondisi bisnis manufaktur terkuat sejak Februari 2026.
Menanggapi capaian tersebut, Juda menilai peningkatan indeks manufaktur tersebut menandakan bahwa iklim investasi di Indonesia sudah semakin membaik.
Baca Juga: Menko PMK Ungkap Dampak AI terhadap Pekerjaan dan Kebutuhan Pelatihan Tenaga Kerja
"Ini artinya memang dari sisi investasi sudah mulai membaik lagi," ujar Juda dalam Media Gathering, Kamis (1/10/2026).
Berdasarkan laporan S&P Global, seluruh lima komponen pembentuk PMI memberikan kontribusi positif terhadap kenaikan indeks pada September.
Permintaan terhadap produk manufaktur Indonesia menguat, tercermin dari peningkatan pesanan baru yang tumbuh pada laju tercepat sejak Februari.
Kenaikan pesanan baru mencerminkan meningkatnya permintaan serta dimulainya sejumlah proyek baru.
Kinerja ekspor juga menjadi salah satu penopang pemulihan manufaktur. Pesanan ekspor baru meningkat untuk bulan kedua berturut-turut dan mencatat pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022.
Meningkatnya permintaan mendorong produsen kembali meningkatkan produksi setelah sempat mengalami penurunan tipis pada Juli. Output manufaktur tumbuh pada laju tercepat sejak Februari.
Peningkatan tersebut dikaitkan dengan naiknya permintaan pelanggan, proyek-proyek baru, membaiknya daya beli serta bertambahnya variasi produk.
Baca Juga: Suyudi Disetujui Jadi Kapolri, DPR Tegaskan Prabowo Hanya Usulkan Satu Nama
Produsen juga kembali menambah tenaga kerja pada September untuk memenuhi peningkatan beban kerja. Penambahan tenaga kerja tersebut menjadi yang ketiga sepanjang 2026. Laju penciptaan lapangan kerja tercatat paling cepat sejak Februari 2025.
Meski kapasitas produksi meningkat, tumpukan pekerjaan atau backlog justru naik pada laju tercepat dalam lima tahun.
Di sisi lain, persediaan barang jadi berkurang pada laju tercepat sejak Agustus 2020. Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan permintaan mulai memberikan tekanan terhadap kapasitas produksi perusahaan manufaktur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














