kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Indef: Anggaran dana pemulihan ekonomi harus disesuaikan kondisi pandemi dalam negeri


Kamis, 04 Juni 2020 / 18:01 WIB
ILUSTRASI. Alat berat crane proyek pembangunan gedung perkantoran tampak tidak beroperasi pada jam kerja di Jakarta, Rabu (29/4/2020). Selain menyebabkan mandeknya berbagai bidang usaha, wabah Covid-19 juga berpotensi mengubah tatanan ekonomi dunia. Jika wabah Covid


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Tendi Mahadi

"Konsumsi bisa mengikuti ketika semuanya sudah lebih terkendali. Upaya meningkatkan konsumsi masyarakat saat ini memang agak sulit, apalagi tanda-tanda kapan akan pulih masih belum terlihat karena tambahan kasus Covid-19 masih terus meningkat," paparnya.

Kemudian, sejalan dengan kebijakan kenormalan baru (new normal) yang akan dilakukan pemerintah, maka ini akan menambah peluang pandemi bisa semakin lama selesai.

Baca Juga: SKK Migas berharap permintaan insentif dalam menghadapi Covid-19 disetujui pemerintah

Terkecuali, apabila pemerintah dapat memastikan masyarakat bisa disiplin menjalankan protokol kesehatan dan menahan mobilisasi mereka untuk berpindah antardaerah. Terutama dari daerah zona merah ke zona hijau yang pengendaliannya dirasa akan sulit.

Lebih lanjut Riza mencontohkan, pelaksanaan new normal di beberapa negara seperti Korea Selatan, Perancis, dan China malah semakin menunjukkan bertambahnya infeksi baru, atau gelombang kedua.

Padahal, tingkat kedisiplinan masyarakat di sana dalam menjalankan protokoler kesehatan sangat tinggi. Meskipun tidak berharap ini terjadi di Indonesia, tetapi tidak dapat dimungkiri kemungkinan itu pasti ada.

Baca Juga: Molor dari target awal, pemerintah siap terbitkan diaspora bond pada November 2020

"Hal ini juga perlu menjadi pertimbangan pemerintah. Jika ini terjadi maka biaya yang dibutuhkan akan semakin meningkat," kata Riza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×