kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.064   64,00   0,36%
  • IDX 5.734   -206,81   -3,48%
  • KOMPAS100 757   -28,35   -3,61%
  • LQ45 570   -18,92   -3,21%
  • ISSI 199   -6,89   -3,34%
  • IDX30 323   -10,54   -3,16%
  • IDXHIDIV20 402   -10,51   -2,55%
  • IDX80 86   -3,16   -3,56%
  • IDXV30 110   -3,44   -3,03%
  • IDXQ30 105   -3,15   -2,92%

IMF Minta Bank Sentral Naikkan Suku Bunga Acuan, Begini Respons BI


Sabtu, 16 Juli 2022 / 11:00 WIB


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - NUSA DUA. Dana Moneter Internasional (IMF) meminta para bank sentral untuk mempercepat kenaikan bunga acuannya, merespon tekanan inflasi. Sebab bila tidak dinaikkan, risiko kerusakan yang ditimbulkan akan lebih berat jika bank sentral terlambat mengerek suku bunga kebijakannya.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Sahminan mengatakan, pihaknya akan terus melakukan bauran kebijakan dengan mempertimbangkan berbagai aspek perkembangan ekonomi domestik dan global.

Menurutnya, setiap negara memiliki kebijakan yang berbeda, terutama dalam merespon situasi yang terjadi. Selain itu, tiap negara juga memiliki kondisi ekonomi domestik yang berbeda dalam hal kecepatan pemulihan ekonominya.

“Kecepatan pemulihan ekonomi domestik suatu negara tidak sama antara negara maju dan berkembang sehingga kebijakan yang diambil tidak bisa serupa,” tutur Sharminan dalam Taklimat Media: Policy Mix, Jumat (15/7).

Baca Juga: Gubernur BI: Ada Ancaman Terhadap Stabilitas Keuangan Global dari Aset kripto

Sharminan bilang, setiap negara pasti memiliki bauran kebijakan yang bisa ditimbang,  atau ditakar menyesuaikan dengan tantangan yang dihadapi negara tersebut, sehingga tidak bisa disamakan.

Selain itu, normalisasi kebijakan yang dilakukan negara maju harus melalui komunikasi, perencanaan, dan kalibrasi yang baik agar tidak menimbulkan risiko pemulihan ekonomi negara berkembang.

Sehingga, BI memastikan akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Keuangan dari sisi fiskal dan juga bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari sisi makroprudensial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×