kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Ikut May Day, pekerja media bawa burung raksasa


Rabu, 01 Mei 2013 / 11:57 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi kepala daerah


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Ada yang unik dalam perayaan Hari Buruh Sedunia atau May Day yang berlangsung di Jakarta hari ini (1/5). Keunikan itu diperlihatkan oleh massa gabungan dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta  dengan Federasi Serikat Pekerja Media Indonesia (FSPMI).

Kedua organisasi tersebut datang ke kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dengan mengusung simbol burung merpati raksasa yang akan di bawa menuju Istana Negara. Menariknya, kaki simbol burung merpati raksasa berwarna putih itu terikat pada rantai besi.

Kedua organisasi itu menilai, simbol itu bermakna adanya potensi intervensi ruang redaksi oleh pengusaha pemilik media yang juga menjadi politisi. Maklum, saat ini banyak media dikuasai oleh pengusaha yang juga notabene adalah politisi. “Ini tantangan bagi kami,” kata Muhammad Irham, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI) di Jakarta, Rabu (1/5).

Selain ancaman intervensi ruang redaksi, Irham menjelaskan kondisi pekerja media yang jauh dari kata sejahtera. Menurutunya, pekerja media harus memiliki wadah serikat pekerja agar bisa menyampaikan hak-haknya kepada pemilik media. “Butuh serikat pekerja media yang kuat untuk atasi hal ini, " terang Irham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×