kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

IHS Markit: Kinerja manufaktur Indonesia makin solid di akhir tahun 2020


Senin, 04 Januari 2021 / 09:29 WIB
IHS Markit: Kinerja manufaktur Indonesia makin solid di akhir tahun 2020
ILUSTRASI. IHS Markit: Kinerja manufaktur Indonesia makin solid di akhir tahun 2020.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Pembatasan aktivitas tersebut membuat industri harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan bahan baku. Bahkan, waktu menunggu bahan baku di bulan lalu merupakan yang paling lama dalam tujuh bulan terakhir.

Dengan kurangnya bahan baku tersebut, menyebabkan harga input meningkat tajam dan cepat. Sehingga, laju inflasi biaya input tercatat meningkat paling tinggi sejak bulan November 2018.

Baca Juga: Indeks manufaktur menembus level eskpansif, investor tetap perlu waspada

Harga output juga naik paling cepat  dan merupakan salah satu yang paling cepat dalam 19 bulan karen aperusahaan membebankan biaya input yang lebih tinggi tersebut kepada konsumen.

Lebih lanjut, stok pembelian dan barang jadinampak menurun pada akhir tahun 2020. Namun, penurunannya masih ke level sedang.

“Tingkat penurunan inventaris praproduksi juga berkurang selama 8 bulan berturut-turut dan tergolong paling lemah sejak bulan Februari,” tandasnya.

Selanjutnya: Menko Airlangga sebut pemulihan ekonomi semakin nyata

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×